Hari Ayah, Peran Penting Ayah dalam Pengasuhan Anak Perempuan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock.com

    Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Ayah diperingati setiap tanggal 12 November. Hal ini tentu mengingatkan akan peran ayah terhadap anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Menurut para ahli, seorang ayah berperan besar dalam menanamkan nilai dan identitas anak dan secara khusus punya peran menjaga anak perempuan.

    Baca juga: Hari Ayah, Bentuk Dukungan Ayah untuk Anak Perempuan

    Psikolog dari Center for Trauma Recovery UNIKA Soegijapranata, Monika W. Satyajati menyebut, jika seorang ayah berhasil menanamkan nilai kepada anak-anak, khususnya anak perempuan, Ayah memberikan identitas gender kepada anak-anaknya, perempuan, ataukah laki-laki. Maka seorang ayah tidak perlu cemas lagi pada pertumbuhan si anak.

    Sebaliknya, jika si ayah gagal menanamkan nilai kepada anak, timbul persepsi buruk. “Itulah PR penting dari sejumlah permasalahan seorang anak, khususnya anak perempuan,” ujar Monika. Dia menjelaskan, dalam sejumlah kasus yang dia temukan, umumnya kasus-kasus kekerasan yang dialami LGBT ataupun pelacuran, dan perdagangan anak disebabkan karena kosongnya peran ayah dalam keluarga, maupun adanya persepsi yang buruk tentang ayah.

    Ilustrasi Ayah bersama Putrinya. sweetsharing.com

    Peran perlindungan ayah menjadi kosong, tidak ada yang menjaga keluarga tersebut. Sementara, dalam kondisi anak perempuan, dia membutuhkan peran seorang ayah untuk melindungi dan menjaganya dari kekerasan. “LGBT bukanlah penyakit sosial, sebaliknya ada absennya peran-peran dalam keluarga,” sambung Monika.

    Monika pun tak menampik bahwa kadangkala persepsi buruk tentang ayah datang dari pihak ibu, begitupula sebaliknya. Oleh sebab itu, Monika berpesan agar pasangan suami-istri harus mengusahakan penyelesaian masalah yang konstruktif, tidak membuat persepsi buruk satu sama lain agar tidak membebani anak.

    Dia mengambil contoh, persepsi baik seorang ayah tidak selalu dengan posisi tawar ayah yang baik sebagai pemimpin perusahaan, dan lainnya. Kadangkala seorang maling ataupun pembunuh bisa memiliki persepsi ayah yang baik di mata anak-anaknya selama dia berhasil menjalankan peran sebagai ayah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.