Prediksi 4 Gaya yang Menjadi Tren Fashion 2019/2020

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi fashion (pixabay.com)

    ilustrasi fashion (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Melihat potensi mode di Indonesia yang terus berkembang, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan tim Indonesia Trend Forecasting membuat riset tentang prediksi tren mode di 2019/2020. BEKRAF dan Indonesia Trend Forecasting ingin mensosialisasikan ke masyarakat agar memiliki kesadaran yang tinggi akan mode dan tren mode terbaru.

    Hasil riset Trend Forecasting 2019/2020 ini dijadikan buku, yang berjudul Singularity. Ada empat gaya mode yang akan menjadi tren fashion di 2019/2020.

    Artikel lain:
    Ify Alyssa Punya Tips Supaya Fashion dan Makeup Sesuai Karakter
    7 Trik Fashion Agar Anda Terlihat Lebih Tinggi

    “Kita menawarkan konsep tema untuk tahun depan karena kita mau menjadi pusat mode, jadi kita mencoba untuk membuat konsepnya. Awalnya melihat terlebih dahulu kecenderungan global dan kita keluar dengan konsep tema Singularity,” ujar Dina Midiani, Dewan Penasihat IFC.

    ADVERTISEMENT

    Ternyata, tren mode tahun 2019 dan 2020 ada hubungannya dengan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Ada empat respon manusia pada perkembangan teknologi dan respon tersebut dilansirkan menjadi empat gaya yang berbeda.

    #Exuberant
    Gaya ini merepresentasikan gaya yang ceria dan cerah, senang untuk menyambut perkembangan teknologi. Biasanya terlihat di gaya street style untuk anak muda, yang menunjukkan kreativitas dan penampilan yang berani. Gaya seperti busana dengan motif kotak-kotak dengan potongan bahan yang lebih unik bisa disebut juga dengan gaya kutu buku berkelas atau posh nerd. Ada juga gaya sporty dengan warna cerah, yang digunakan untuk busana sehari-hari. Gaya seperti ini diprediksi akan menjadi tren di 2019/2020.

    #Cortex
    Terinspirasi dari perkembangan teknologi, gaya cortex lebih ke arah modern. Warnanya lebih ke arah abu-abu dan biru. “Konsepnya lebih ke arah eksperimen dengan bahan, seperti struktur kristal, dan bahan dari 3D printing. Pokoknya busana yang terinspirasi dari new technology,” jelas Dina Midiani.

    Gaya ini cocok untuk orang-orang yang bukan hanya menerima teknologi baru, tetapi juga ingin menjadi bagian dari perkembangan teknologi.

    Baca juga:
    Kate Middleton Wanita yang Paling Berpengaruh di Fashion
    Pilihan Fashion Grace Natalie, Kasual ala Anak Muda

    #Neo Medieval
    Gaya klasik dan tradisional, terinspirasi dari orang-orang yang takut akan perkembangan teknologi. Tidak ingin menerima teknologi baru, gaya neo medieval lebih ke arah warna tanah atau warna coklat dan hijau. Ada unsur masa lalu yang tetap dipertahankan sampai sekarang, memadukan gaya kuno dengan gaya modern.

    #Svarga
    Paduan budaya dengan teknologi baru, menampilkan motif-motif tradisional dengan potongan busana yang modern. Warnanya juga ceria dengan unsur budaya yang kuat. Gaya svarga adalah untuk orang-orang yang merasa kalau teknologi dan budaya adalah kunci untuk mempersatukan manusia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...