9 dari 10 Penderita Sjogren's Syndrom Adalah Wanita

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan sakit. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan sakit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Solo - Sjogren's Syndrom merupakan penyakit autoimun di mana sistem antibodi justru menyerang kalenjar air mata serta air liur. Penyakit ini bisa hinggap kepada siapapun, baik pria maupun wanita.

    Baca:
    Sjogren's Syndrom, Penyakit yang Membuat Mata dan Mulut Kering

    "Penyakit ini kebanyakan diderita oleh wanita," kata Ketua Divisi Alergi Imunologi Klinik RSUD dr Moewardi Solo, Agus Joko, Kamis 8 November 2018. Menurut dia, sembilan dari sepuluh penderita Sjogren's Syndrom adalah wanita.

    Penyebabnya, secara alamiah wanita memiliki siklus hormonal. "Status hormonal wanita mengalami naik-turun," katanya. Kondisi tersebut sebagai salah satu pencetus penyakit ini.

    ADVERTISEMENT

    Sjogren's Syndrom merupakan satu dari sekitar 150 penyakit autoimun yang lebih banyak dikenal seperti Lupus, Myasthenia, Scleroderma serta Rheumatoid Arthritis. Seperti halnya penyakit autoimun lain, Sjogren's Syndrom juga tidak bisa disembuhkan. "Tapi penderita bisa hidup normal melalui pengobatan secara berkelanjutan," kata Agus.

    Ilustrasi mata. Pixabay.com

    Sayangnya, kebanyakan pasien menyadari bahwa dia mengidap Sjogren's Syndrom saat kondisinya sudah cukup parah dan berkomplikasi dengan penyakit lainnya. "Sehingga deteksi dini sebenarnya sangat diperlukan," katanya.

    Artikel terkait:
    Cegah Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrom Mulai dari Gaya Hidup

    Mesntruasi yang tidak teratur dan disertai rasa nyeri hebat menjadi salah satu gejala umum penyakit tersebut. Selain itu, biasanya penderita juga mengalami mata terasa mengganjal dan perih, serta kesulitan saat menelan. "Jika mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.