Selasa, 13 November 2018

Tips Memilih Botol Plastik buat Minuman, Cek Kandungan Kimianya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi isi ulang minuman botol plastik. Livescience

    Ilustrasi isi ulang minuman botol plastik. Livescience

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda termasuk yang sering membawa bekal air minum ketika bepergian. Sebagian orang memang lebih suka membawa minuman ketika beraktivitas dengan berbagai alasan, misalnya untuk berhemat, memastikan agar tidak kekurangan cairan, atau agar dapat mengkonsumsi air yang bersih dan sehat di mana pun. Air tersebut biasanya dimasukkan ke dalam botol berbahan plastik.

    Ternyata, tidak semua botol plastik aman digunakan karena kandungan zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Lalu, bagaimana kriteria botol plastik yang aman digunakan untuk membawa air minum?

    Baca juga:
    Bakteri di Botol Minum, Model Seperti Apa yang Relatif Aman?
    Jaga Kesehatan, Kenali Jenis Plastik Wadah Makanan

    #Hindari pemakaian botol bekas air mineral
    Botol kemasan air mineral dengan berbagai merek dirancang sebagai wadah sekali pakai. Oleh karena itu, menggunakan botol bekas air mineral sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Jika segel kemasan telah dibuka, sebaiknya botol tidak dipakai lagi karena botol air minum dibuat dari bahan Polyethylene Terephthalate atau PET yang mengandung karsinogen atau zat penyebab kanker. Zat tersebut membahayakan kesehatan tubuh bila terminum. Saat awal digunakan, zat tersebut tidak bersifat aktif karena diproses melalui serangkaian standar sterilisasi botol.

    #Memperhatikan tanda pada botol plastik
    Hal penting yang harus dilakukan sebelum memutuskan menggunakan botol berbahan plastik adalah dengan memperhatikan tanda yang tercantum pada botol. Tanda yang menunjukkan jenis plastik dan kategorinya tersebut biasanya terletak di bagian bawah. Tanda tersebut berupa segitiga dan di dalamnya terdapat angka. Di bawah segitiga biasanya tercantum tulisan yang menjelaskan jenis plastik yang digunakan.

    Ada tujuh macam simbol yang biasa tertera pada produk berbahan plastik. Pada bagian dalam segitiga, ketujuh simbol tersebut tertulis angka 01 sampai 07. Pada bagian bawah segitiga tercantum tulisan yang menjelaskan jenis bahan plastik yang digunakan untuk membuat botol tersebut, antara lain PETE atau PET (Polyethylene Etilen Terephalate), HDPE (High Density Polyethylene), PVC (Polyvinyl Chloride), LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS (Polystyrene), dan O atau OTHER (Polycarbonate).

    Ilustrasi Botol Air Mineral (2)

    Produk plastik dengan angka 1 hanya dapat digunakan satu kali saja. Jika botol jenis ini digunakan berulang dapat meningkatkan risiko ikut terkonsumsinya bahan plastik dan berkembangnya bakteri pada bahan itu.

    Produk dengan angka 2 dan 4 cukup aman untuk digunakan. Produk plastik dengan angka 3 tidak dapat digunakan untuk membungkus makanan karena mengandung bahan karsinogenik. Produk plastik dengan angka 6 dan 7 juga sebaiknya dihindari penggunaannya karena dapat memicu kanker dan gangguan sistem reproduksi.

    Produk plastik yang paling aman digunakan adalah yang bersimbol angka 5. Oleh karena itu, pilihlah botol platik yang bersimbol segitiga dengan angka 5 di dalamnya. Selain itu, untuk memastikan keamanan botol plastik, Anda dapat memilih botol yang mencantumkan label BPA Free, yang berarti bebas kandungan BPA. Zat BPA atau Bisphenol A merupakan senyawa yang dapat mengganggu kerja hormon-hormon tubuh.

    Artikel lain:
    Bahaya BPA di Botol Plastik bagi Kesehatan
    Karya Elegan Sebastian Gunawan pada Botol Aqua

    #Memilih botol minum berleher besar atau tanpa leher
    Botol minum yang memiliki leher kecil akan sulit untuk dibersihkan bagian dalamnya. Pada akhirnya kita cenderung malas untuk membersihkannya. Berbeda dengan yang memiliki leher besar atau yang tanpa leher, botol ini sangat mudah untuk disikat bagian dalamnya sehingga mempermudah perawatan kebersihan botol air minum tersebut.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.