Rabu, 21 November 2018

5 Bahaya Sering Makan Makanan Instan, Salah Satunya Kanker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan kemasan. Shutterstock

    Ilustrasi makanan kemasan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin berkembangnya teknologi menyebabkan semakin mudahnya kehidupan manusia. Hampir semua hal menjadi sangat praktis, termasuk pemenuhan kebutuhan pokok manusia, yaitu pangan.

    Kita semakin mudah menemukan berbagai jenis makanan di deretan rak swalayan atau pusat perbelanjaan tanpa harus susah-susah mencari ke restoran atau pergi ke luar negeri. Kita sudah bisa menikmati hampir seluruh jenis makanan dengan mudah, cukup dengan dipanaskan di microwave, dan inilah yang disebut makanan instan.

    Artikel lain:
    Makanan Pahit Bikin Langsing, Mitos atau Fakta?
    Cegah Masalah Jantung dengan 5 Makanan Sehat Ini

    Buat para pecinta makanan instan, di balik kepraktisan penyajiannya, makanan instan merupakan salah satu jenis makanan yang harus dihindari. Bukan hanya karena kandungan zat pengawet yang memang tidak baik untuk tubuh, tapi dengan terus mengonsumsi makanan instan, maka zat-zat kimia lainnya pun akan memberikan dampak jangka panjang pada tubuh.

    Pada makanan instan, beberapa zat kimia yang bisa kita temui adalah:

    - Natrium polifosfat

    - Lemak dan gluten

    - Asam malat dan zat tartazin

    - Alginat dan gliserin

    - Zat stirofoam pada kemasan plastik

    - PCM (vinyl chlorid monomer dan timbal) pada kemasan kaleng

    - Asam amino dan lesitin

    Zat-zat kimia yang terus menerus masuk ke dalam tubuh ini dapat menjadi bibit-bibit penyakit yang berbahaya. Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari makanan instan yang dikonsumsi secara terus menerus adalah:

    1. Kanker
    Buat para pecinta mi instan, kurangi kebiasaan memakan makanan satu ini karena di dalamnya terdapat MSG dan bahan lilin yang digunakan untuk melapisi mi agar tidak lengket saat dikemas ke dalam plastik pembungkusnya.

    Hal yang sama berlaku pada makanan instan lain yang pada umumnya mengandung MSG yang tinggi. Kadar MSG yang terlalu tinggi akan menyebabkan rusaknya sel-sel sehat pada tubuh dan menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker. Jenis kanker yang biasanya diderita orang-orang yang senang mengonsumsi makanan instan adalah kanker usus, hati, dan darah (leukemia).

    2. Kerusakan otak
    Bahaya kedua adalah kerusakan otak. Zat-zat pengawet dan pewarna dari makanan instan akan mengendap dan membentuk kristal di dalam tubuh, sedikit demi sedikit kristal tersebut akan terbawa melalui aliran darah menuju jaringan otak. Pada akhirnya, kita mengalami kemunduran dalam berpikir dan penurunan sinyal serta kecerdasan.

    3. Peningkatan gula darah
    Selain mengandung MSG, makanan instan pun mengandung gula dengan kadar yang cukup tinggi untuk menjaga cita rasanya agar tetap enak. Namun, kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi pada makanan instan, misalnya biskuit, kue kering, roti, dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dan dapat menjadi penyebab munculnya diabetes tipe 2.

    Baca juga:
    7 Makanan untuk Maksimalkan Kerja Otak, Merangsang Anak Cerdas
    Memahami Aneka Warna Kemasan Makanan dan Maknanya

    4. Obesitas
    Mengonsumsi makanan instan secara terus menerus dapat menyebabkan obesitas karena kandungan kalori dan gula yang tinggi, dan inilah yang menjadi penyebab utama naiknya bobot badan secara cepat walaupun dalam waktu satu bulan saja. Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi banyak-banyak air putih, sayur, dan buah-buahan.

    5. Gangguan usus
    Zat kimia yang terdapat pada makanan instan dengan bahan dasar karbohidrat akan menekan dan melukai dinding usus. Zat-zat pengawetnya bersifat adiktif dan melekat pada usus serta menyebabkan usus menjadi lengket ke dinding usus lain. Walaupun terdengar tidak terlalu buruk, gangguan usus bisa berdampak serius dan berakhir dengan operasi untuk melepaskan usus yang lengket.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.