Hati-hati Memilih Baju Anak Perempuan, Jangan Mirip Orang Dewasa

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak milih baju. shutterstock.com

    Ilustrasi anak milih baju. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak ragam pilihan model baju anak saat ini, khususnya untuk perempuan. Akan tetapi, banyaknya pilihan yang tersedia juga termasuk baju-baju anak perempuan yang menyerupai pakaian orang dewasa.

    Bila kurang hati-hati, orang tua bisa menjerumuskan anaknya hingga menjadi anak yang berpenampilan dewasa. Fashion stylist Dewi Utari membagikan tips agar ibu tidak sampai salah pilih baju untuk anak perempuan. Kunci utamanya tidak lain adalah hindari kesan seksi. 

    Artikel lain:
    Baju Ini Bisa Melar Ikuti Pertumbuhan Anak
    Mini Me Kolaborasi Busana Muslim Anak Ivan Gunawan - Rossa

    Misalnya, jika memilihkan baju model gaun untuk anak perempuan, jika untuk orang dewasa bagian atasnya biasa berupa kemben atau tuba, maka untuk anak perempuan jangan pilih model itu. Pilihlah yang modelnya tertutup atau menutup bagian dada, atau jika ingin anaknya mengenakan celana pendek, pastikan tidak terlalu minim dan ketat. 

    ADVERTISEMENT

    "Boleh saja pakaikan anak perempuannya celana pendek, tapi yang normal saja modelnya," terang Dewi seraya menyebutkan bahwa ada beberapa jenis baju yang sebenarnya cukup aman untuk dikenakan anak dan dewasa.

    Baca juga:
    Tren Fashion Anak, Denim Masih Jadi Favorit

    Misalnya, setelan sweatshirt yang saat ini cukup tren, bisa dipakai kompakan oleh ibu dan anak perempuannya tanpa membuat anak terkesan dewasa.  

    Selain itu, menurut Dewi, kelemahan dari baju anak yang terlalu mengikuti model baju dewasa bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Baju yang terlalu ketat pasti akan membuat anak mengeluh dan jika anak protes, orang tua tentu harus mendengarkan. 

    "Sayang, dong. Jadi tidak dipakai juga nantinya," kata Dewi. 

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.