Selasa, 20 November 2018

Jangan Korbankan Kesehatan demi Diet, Pahami Aturan yan Benar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang kini melakukan diet dengan berbagai alasan. Beberapa bahkan melakukan diet diet ketat. Demi tujuan diet ketat, ada orang yang rela mengubah drastis kebiasaan hariannya, seperti berhenti makan nasi, ikut latihan fisik setiap hari, tidak makan malam sama sekali, dan masih banyak lagi.

    Berdasarkan jenis dietnya, beberapa yang cukup sering kita dengar sekarang ini antara lain diet mayo, diet keto, atau diet paleo. Diet mayo menitikberatkan pada pembatasan asupan garam dan karbohidrat.

    Artikel lain:
    7 Tanda Anda Harus Mulai Diet
    6 Nutrisi yang Sering Dilupakan Pelaku Diet

    Diet keto berfokus pada konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Sedangkan diet paleo menerapkan pola makan dari sumber yang alami, bukan olahan atau yang sudah diproses. Semuanya bertujuan untuk mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

    Namun, apakah semua diet itu sama berhasil pada setiap orang? Nyatanya tidak. Cukup banyak yang tidak berhasil menurunkan berat badan melalui sistem diet yang disebutkan di atas.

    “Diet itu sebenarnya sebuah komitmen jangka panjang. Kalau kita hanya menanamkan mindset pada diri kita bahwa diet itu cara agar berat badan bisa turun dalam waktu singkat, maka 90 persen hasilnya tidak akan permanen,” ujar Rachel Olsen, pakar nutrisi YOUVIT.

    Menurutnya, banyak orang juga yang akhirnya hanya merasa terbebani dengan diet yang dia lakukan. Otomatis, tubuh akan merasa tidak nyaman dan dalam waktu yang lumayan singkat dia akan menyerah dan tidak melanjutkan dietnya.

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    "Lalu ada pula yang melakukan diet ekstrem dengan nyaris tidak makan apa-apa. Kalau seperti ini dietnya, sudah pasti tidak sehat dan membahayakan tubuh," terang Rachel Olsen.

    Lantas, apa solusinya? Rachel menyarankan agar mereka yang diet tetap memperhatikan asupan nutrisi yang porsinya seimbang dan dibutuhkan tubuh. Program diet yang ada sebagian besar mengajak orang untuk mengurangi jenis nutrisi tertentu, contohnya karbohidrat. Padahal tubuh setiap harinya tetap membutuhkan karbohidrat.

    "Jadi, jangan sampai saat diet kita tidak makan karbohidrat sama sekali. Kita tinggal menyesuaikan porsi seimbang makanan untuk sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, seperti konsep isi piringku yang direkomendasikan pemerintah," anjur Rachel.

    Baca juga:
    5 Alasan Kamu Harus Mencoba Diet Keto
    Mengenal Diet Whole30 yang Sedang Ngetren

    Jika kebutuhan nutrisi harian tubuh tidak terpenuhi dengan benar, risiko untuk terpapar bakteri atau kuman malah semakin tinggi dan membuat tubuh gampang sakit.

    “Selain itu, perlu diingat kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan berbeda-beda, jadi asupan tambahan dari multivitamin pastinya diperlukan juga supaya badan tetap fit,” tuturnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.