Rabu, 12 Desember 2018

2 Langkah Penting dalam Rutinitas Perawatan Kulit Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi merangkak. shutterstock

    Ilustrasi bayi merangkak. shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu yang perlu diperhatikan dalam perawatan bayi adalah perawatan kulitnya. Meski sebenarnya tidak sulit, banyak orang tua yang sering membuat kesalahan sederhana, yang pada akhirnya bisa berdampak besar pada kesehatan kulit bayi.

    Baca juga: Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

    Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), Srie Prihianti mengatakan perawatan kulit bayi membutuhkan dua langkah penting, yaitu membersihkan dan melembabkan. “Ada pasien yang menanyakan kok bayi perlu pelembab kan kulitnya masih bagus? Padahal setiap setelah mandi, bayi harus diberikan pelembab untuk menjaga hidrasi kulit,” ujar Srie, di Jakarta, Senin 5 November 2018.

    Perawatan kulit bayi sangat penting untuk mempertahankan fungsi utama kulit, mendapatkan kulit yang sehat, dan mencegah atau mengurangi iritasi atau alergi. Mandi dan keramas perlu dilakukan 1-2 kali sehari dengan suhu air mandi yang hangat. Lalu, 3-5 menit setelah mandi dan sebelum menggunakan baju, bayi perlu diberikan pelembab.

    Srie Prihianti menambahkan untuk menentukan pelembap yang baik, pilih yang memiliki kandungan oklusif, humektan, dan emolien. “Paling bagus adalah untuk menggunakan pelembab dengan tiga hal ini, tetapi mereka memang sulit untuk didapatkan,” ujarnya. 

    Pelembab perlu diberikan beberapa menit setelah mandi karena lebih efektif diserap kulit. “Kalau pelembab diberikan pada kulit kering, efektivitasnya menjadi turun,” lanjut Dr. Srie Prihianti. Bila kulit bayi ada yang kering sebelum mandi, berikan air tanpa sabun, lalu aplikasikan pelembab yang mengandung skin barrier repair, untuk menjaga kulit bayi tetap halus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.