Carissa Puteri Kembali Bekerja, Percayakan Anak pada Pengasuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carissa Puteri saat menghadiri peluncuran Cussons Baby SensiCare, di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Carissa Puteri saat menghadiri peluncuran Cussons Baby SensiCare, di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Carissa Puteri melahirkan anak keduanya, Zenecka Acana Naif, pada 25 September 2018. Empat puluh hari setelah melahirkan, Carissa Puteri sudah mulai kembali bekerja. Ia menjadi salah satu pembicara dalam peluncuran Cussons Baby SensiCare. 

    Baca juga: Carissa Puteri Melahirkan Anak Kedua, Lupa Cara Mengurus Bayi

    Carissa Puteri mengatakan saat bekerja ia meninggalkan anaknya di rumah bersama pengasuh anak yang sudah dipercaya. "Kebetulan baby sitter-nya itu susternya Quenzino dari dulu aku minta untuk bantuin dengan adiknya juga. Alhamdulillah dapat jodohnya dan sudah sama aku selama 5 tahun,” ujar bintang film Ayat-Ayat Cinta ini, di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018.

    Carissa Puteri dan kedua anaknya. Instagram.com/@carissa_puteri

    Demi memberikan ASI, Carrisa Puteri pun belum bisa bekerja dalam waktu yang terlalu lama. Dia hanya memilih pekerjaan sebagai pembicara yang tidak akan mengambil waktu seharian. “Aku memang sengaja tidak bawa Zenecka karena masih kecil banget. Ini pertama kali meninggalkan anak, dan aku pikir karena 3-4 jam selesai jadi tidak apa-apa,” ujar wanita 34 tahun ini.  

    Meski percaya dengan pengasuh anak, Carissa Puteri mengakui Zenecka masih kesulitan berpisah dengannya karena belum terbiasa. “Dari tadi aku terima telpon, bayinya sudah bangun dan menangis,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.