Selasa, 20 November 2018

Lidah Sensitif dan 5 Pemicu Anak Susah Makan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidak mau makan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidak mau makan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat anak enggan menyantap makanan sehat dan lezat yang dhidangkan, tentu akan membuat Anda kesal. Tak hanya tentang lelahnya menyiapkan makanan, tapi juga kita khawatir tentang nutrisi yang seharusnya didapatkan untuk tumbuh kembang mereka.

    Baca juga: 7 Makanan untuk Maksimalkan Kerja Otak, Merangsang Anak Cerdas

    Saat anak menolak makan, ibu sering mencoba untuk membujuk mereka untuk makan dengan cara yang berbeda. Kadang malah menggunakan ancaman, memarahi atau bahkan melarang mereka bermain. Alih-alih marah dan frustasi dengan sikap anak, orang tua perlu memahami mengapa anak berperilaku demikian.

    Melansir laman Boldsky, Anda dapat mengamati apakah ada jeda yang cukup antara waktu makan anak. Apakah makanan sesuai dengan selera lidah anak? Apakah anak terbiasa ngemil sebelum makan? 

    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    Jika anak menolak makan setelah mempertimbangkan hal tersebut, mungkin ada beberapa alasan di balik itu.

    1. Lidah Sensitif
    Beberapa anak dilahirkan dengan lidah sensitif. Ini membuat mereka sangat sensitif terhadap rasa dan akan menolak makan makanan.

    2. Banyak Gangguan
    Kebiasaan umum yang terjadi di beberapa keluarga yakni menyuapi anak sambil beraktivitas seperti nonton televisi atau main gadget. Hal ini dapat merusak selera makan mereka dan juga menggangu pikiran mereka untuk makan.

    3. Masalah Pencernaan
    Jika anak mengalami buang air besar yang tidak teratur, ia akan menolak untuk makan. Kebiasaan makan dan masalah pada pencernaan kerap kali tidak disadari orang tua. Cobalah untuk mengatur pencernaan mereka agar mereka bersemangat lagi untuk makan.

    4.Terlalu Banyak Pilihan
    Hindari untuk memberi anak makanan yang bervariasi atau terlalu banyak pilihan. Anak-anak akan menjadi bingung dan menolak makanan. Beri pilihan untuk karbohidrat seperti nasi atau roti, lengkapi dengan sayuran serta lauk pauk masing-masing satu sampai dua jenis.

    5.Masalah Kesehatan
    Kebanyakan anak yang baru saja sembuh dari penyakit akan menganggap makanan itu hambar. Karena itu, penting untuk memberi waktu agar pulih sepenuhnya dan bisa mencicipi makanan secara normal lagi. Memaksa mereka makan justru akan berdampak negatif pada mereka.

    6.Makanan Berbeda dengan Anggota Keluarga Lain
    Siapa tahu anak sudah bosan dengan makanannya dan menginginkan makanan yang sama dengan orang tuanya. Karena itu, tinggalkan ‘makanan bayi’ untuknya, berikan makanan yang sama dengan orang tuanya makan. Jika khawatir terlalu pedas, coba buat dua versi, yang pedas dan tidak pedas. Siapa tahu anak jadi lebih bersemangat makan bareng orang tuanya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.