Cara Irina Shayk agar Karier Model dan Urus Anak Berjalan Lancar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Irina Shayk berjalan di catwalk saat memperagakan busana musim semi/panas Versace 2019 dalam acara Milan Fashion Week di Milan, Italia, Jumat, 21 September 2018. AP.

    Model Irina Shayk berjalan di catwalk saat memperagakan busana musim semi/panas Versace 2019 dalam acara Milan Fashion Week di Milan, Italia, Jumat, 21 September 2018. AP.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi supermodel dengan jam kerja yang tinggi itu tidak mudah. Begitu pula dengan model Lea de Seina Shayk Cooper atau Irina Shayk.

    Shayk yang baru saja melahirkan anak pertama pada Maret 2017 kini sedang fokus bekerja sebagai model sekaligus mengurus anak. Dia juga bekerjasama dengan Ellen Tracy untuk sejumlah koleksi Lord & Taylor. Lantas, bagaimana Shayk menyeimbangkan itu semua?

    Artikel lain:
    Peran Jessica Iskandar di Asia Next Top Model
    Model Iko Bustomi Tak Percaya Diri Berkulit Gelap

    "Saya rasa seorang ibu memiliki kebebasan untuk bekerja dan menjadi seorang ibu dan sekaligus menjadi dirinya sendiri," ujar Shayk, dikutip dari E!Online.

    ADVERTISEMENT

    Buat dia, sangat penting untuk mengingat bahwa perempuan adalah pribadi terkuat dan jika menginginkan sesuatu maka mereka akan mengelolanya dengan baik pada waktu yang bersamaan.

    Baca juga:
    Model Asing Melimpah, Bagaimana Posisi Tawar Model Lokal?
    Wanita 61 Tahun Jadi Model Pakaian Renang

    Istri aktor Bradley Cooper ini menegaskan betapa penting seseorang menjadi jati dirinya sendiri. Seorang perempuan juga harus ingat siapa dirinya dan apa saja yang harus dia kerjakan.

    "Jika mencintai sesuatu, Anda bisa mengerjakan itu. Anda bisa mengelola waktu dan minat," terang Shayk.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.