Bingung Pilih Kursi di Pesawat Terbang, Perhatikan Kebutuhannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tertidur di pesawat. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tertidur di pesawat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda sering bepergian naik pesawat terbang dan ada posisi kursi yang biasanya dipilih. Umumnya orang-orang suka memilih kursi yang berdekatan dengan jendela. Tujuannya, tentu ingin melihat pemandangan di luar, menghilangkan rasa kantuk, atau mengalihkan rasa mual akibat mabuk perjalanan.

    Namun, di manakah sebenarnya posisi kursi terbaik dalam pesawat? Pertanyaan ini memiliki jawaban yang bervariasi, tergantung apa prioritas penumpang.

    Artikel lain:
    Psikolog Bagi 10 Tips Atasi Rasa Takut Naik Pesawat Terbang
    Takut Naik Pesawat Terbang, Bisa Jadi karena Fobia atau Trauma

    #Mementingkan keamanan
    Pihak maskapai pasti meyakinkan penumpang bahwa seluruh kursi aman. Meski demikian, ada kursi yang lebih aman. Mengutip Popular Mechanics, penumpang yang duduk dekat ekor pesawat berpeluang 40 persen selamat dalam tabrakan daripada yang duduk di barisan depan.

    ADVERTISEMENT

    #Ingin buru-buru keluar
    Buat yang hanya membawa ransel ke kabin dan ingin cepat keluar dari pesawat setelah mendarat, maka pilihlah kursi di barisan depan sebelah kiri, atau yang dekat dengan pintu.

    #Ingin tidur
    Tidur di pesawat susah-susah gampang karena ada saja yang bakal menjadi pengganggu, seperti deru mesin pesawat, penumpang lain yang lalu-lalang di kabin, atau bolak-balik ke toilet, sampai sandaran kursi yang kurang nyaman.

    Ada dua alternatif pilihan kursi jika ingin tidur di pesawat. Pertama, pilih bangku dekat jendela agar tak perlu repot berdiri bila ada penumpang yang hendak ke toilet. Kedua, pilih kursi di barisan depan lebih longgar.

    Ilustrasi bayi dalam pesawat. nbcnews.com

    #Ingin makanan terasa enak
    Penulis Gastrophysics: The New Science of Eating, Profesor Charles Spence, mengatakan makanan di pesawat akan terasa lebih lezat jika disantap di bagian depan pesawat yang lebih sepi dan udaranya lebih lembap.

    "Udara kabin yang kering dan bunyi mesin yang berisik berkontribusi pada ketidakmampuan kita mengecap dan mencium makanan serta minuman," katanya.

    Spence menyarankan penumpang duduk sedekat mungkin dengan kokpit jika ingin makanan terasa lebih lezat. Lagipula, jika duduk di situ maka kemungkinan besar akan disuguhi lebih dulu.

    #Menghindari turbulensi
    Turbulensi akan membuat seisi pesawat berguncang. Namun ada beberapa bangku di pesawat yang guncangannya tidak terlalu kencang. Kursi di bagian tengah pesawat, di atas sayap, yang membuat pesawat stabil saat berguncang.

    #Butuh ruang untuk kaki
    Bangku di barisan yang sejajar dengan pintu keluar darurat punya ruangan lebih luas untuk meluruskan kaki. Tapi penumpang harus siap siaga membantu evakuasi bila terjadi insiden.

    #Pergi bersama anak-anak
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi saat bepergian dengan anak-anak. Mungkin mereka anteng dan tidur sepanjang jalan, bisa juga rewel dan menangis kencang hingga mengganggu penumpang lain. Bagi penumpang yang membawa anak, pilih bangku dekat sekat yang punya ruang untuk berselonjor, juga dekat toilet.

    Baca juga:
    6 Trik Perawatan Kecantikan di Pesawat
    Terbang Nyaman Bersama si Kecil

    #Ingin telentang
    Pesawat seringkali terbang meski bangkunya tidak seluruhnya terisi. Saat check in, coba tanya petugas apakah pesawatnya penuh. Bila tidak, tanyakan apakah mereka bisa menempatkan Anda bersebelahan dengan bangku kosong.

    Jika check in lewat komputer, coba lakukan belakangan untuk memilih kursi secara manual sebelum mencetak boarding pass. Tapi hati-hati, telat check in otomatis membuat waktu Anda lebih sedikit untuk melewati berbagai antrean pengecekan keamanan hingga tiba di pesawat. Yang paling parah, Anda justru bisa ketinggalan pesawat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...