Ingin Menikah, Pahami Dulu Hal-hal Berikut agar Tak Salah Langkah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. Shutterstock

    Ilustrasi pernikahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak hal perlu dipertimbangkan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Salah satunya keterbukaan urusan keuangan.

    Pakar hubungan dan psikolog klinis dari Washington D.C., Amerika Serikat, Dr. Andrea Bonior, mengatakan hal yang sering menimbulkan friksi dalam kehidupan pernikahan adalah keuangan. Beberapa orang percaya suami lah yang harus bertanggung jawab atas semua pengeluaran rumah tangga.

    Baca juga:
    Ini Kata Zodiak soal Waktu yang Tepat untuk Menikah
    Menikah dengan Pesohor Seperti Maia Estianty, Ini Konsekuensinya

    “Lainnya berpandangan, istri juga harus membantu membayar sebagian tagihan, jika dia memang berkapasitas. Atau pilihan lainnya, yang punya penghasilan lebih tinggi membayar tagihan lebih banyak. Hal-hal seperti ini harus didiskusikan dengan jelas di awal, bagaimana pembagiannya. Jika tidak, berpotensi memicu konflik,” ungkap Bonior.

    ADVERTISEMENT

    Kurt Smith, terapis pernikahan dan keluarga dari Roseville, Amerika Serikat, menambahkan, alangkah baiknya pasangan terbuka soal kondisi keuangan, seperti gaji, punya utang atau tidak.

    “Hampir setiap orang pernah berutang. Namun kebanyakan dari kita malu untuk berbagi soal ini secara spesifik. Saat Anda atau pasangan tidak jujur tentang kondisi keuangan, khususnya soal utang, hati-hati, ini bisa membawa masalah dalam pernikahan,” katanya. 

    Semakin Anda terbuka dan jujur dengan diri sendiri maupun pasangan tentang isu keuangan dan pengelolaannya, semakin baik dasar pernikahan yang dibangun bersama. 

    Ilustrasi pasangan merencanakan pernikahan. shutterstock.com

    Masalah kesehatan juga tak kalah sensitif dan sebaiknya didiskusikan secara terbuka sebelum menikah. Selain mengecek kesehatan umum, Anda sebaiknya juga mengecek kesehatan organ reproduksi.

    “Jangan sampai masalah kesehatan menghalangi Anda dan pasangan dalam upaya memiliki keturunan di kemudian hari,” ungkap Nicole R. Prause, Ph.D., terapis seks dan psikolog yang berbasis di Santa Monica, Amerika Serikat.

    Lalu bagaimana dengan kesehatan? Ini juga perlu ditelusuri. Bagaimana si dia mengatasi stres atau depresi? Apakah ada kecenderungan lari ke minuman keras atau obat-obatan?

    “Pada masa pacaran, setiap orang berusaha menunjukkan perilaku sebaik-baiknya. Segala sesuatunya terlihat dan terasa indah,” kata Bonior.

    “Namun bagaimana ketika Anda atau dia berada di bawah tekanan? Ini perlu diperhatikan karena dalam pernikahan sudah pasti Anda dan pasangan akan menemukan masalah. Bagaimana Anda menangani stres dan tekanan bersamanya akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga,” imbuh Bonior. 

    Karier juga penting didiskusikan, terlebih jika Anda dan dia sama-sama bekerja. Apakah Anda atau dia masih punya impian atau obsesi yang ingin dicapai? Karena ini akan berpengaruh pada manajemen waktu antara keluarga dan pekerjan. 

    Artikel lain:
    Melajang Lebih Baik dari Menikah, dari Sisi Apa?
    4 Alasan Perempuan Tak Ingin Menikah

    “Buat kerangka waktu, sampai kapan Anda atau pasangan mau meraih karier impian itu? Bagaimana pembagian waktu untuk pekerjaan dan keluarga? Di sisi lain, mengetahui impian terbesar pasangan akan membuat Anda memasuki dunianya sehingga bisa memberi dukungan yang tepat kepadanya. Hubungan Anda dan dia pun akan terasa lebih menyenangkan," terang Liz Higgins, terapis pernikahan dan keluarga dari Dallas, Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri pada hubungan pranikah dan pasangan pengantin baru milenial. 

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...