Selasa, 20 November 2018

Inovasi Hijab dari Serat Bambu, Kurangi Dampak Negatif Lingkungan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inovasi hijab yang terbuat dari bahan serat bambu. Teen.co.id

    Inovasi hijab yang terbuat dari bahan serat bambu. Teen.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren fashion selalu berubah setiap waktu menyesuaikan selera masyarakat, termasuk hijab. Baru-baru ini muncul inovasi hijab yang diciptakan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan. 

    Baca juga: Okie Agustina Pilih Hijab Instan, Praktis dan Nyaman

    Merek hijab pertama asal Beladan, Sadoq, menciptakan inovasi hijab yang terbuat dari bahan serat bambu. Pemilihan serat bambu sebagai bahan hijab ternyata memiliki tujuan tersendiri yaitu untuk melindungi lingkungan serta merawat rambut.

    Tak hanya itu saja, hijab yang terbuat dari serat bambu juga memiliki manfaat lain yaitu dapat menghilangkan bau serta menyerap keringat dengan baik. Serat bambu bahkan bisa menghalangi sinar ultraviolet, sehingga kulitmu tetap terjaga dari terik matahari.

    Lindsay Lohan mengenakan scarf yang menutupi kepalanya saat London Fashion Week. Ia berfoto dengan desainer Zeynep Kartal. Dailymail.co.uk

    Sementara itu, pendiri brand hijab tersebut, Loubna Sadoq mengatakan ada tujuan tersendiri membuat hijab tersebut. Dia ingin menyediakan hijab dengan kualitas tinggi dan ramah lingkungan bagi para muslimah Belanda.

    Sadoq juga menjual jenis jilbab bernama 'hicap' atau 'hijab cap' yang merupakan perpaduan antara hijab dengan topi baseball. Hijab jenis ini sebelumnya pernah dipakai oleh Lindsay Lohan saat menghadiri gelaran London Modest Fashion Week 2018. 

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.