Sumpah Pemuda 2018, 3 Tips Anne Avantie ke Pemuda Perintis Bisnis

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Anne Avantie menjelaskan tentang acara Pasar Tiban 6 Karya Anak Negeri di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 8 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    Desainer Anne Avantie menjelaskan tentang acara Pasar Tiban 6 Karya Anak Negeri di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 8 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Perancang busana Anne Avantie sudah hampir 30 tahun berkarya di dunia fashion. Di Hari Sumpah Pemuda 2018 yang diperingati hari ini, sosok Anne Avantie bisa menjadi panutan bagi para pemuda Indonesia yang merintis bisnis.

    Koleksi busana Anne Avantie yang elegan dan anggun serta fashion show-nya yang selalu mendapat sambutan hangat adalah bukti kalau karyanya diterima masyarakat. Anne Avantie memang bukan satu-satunya desainer kebaya di Indonesia. Mau tahu bagaimana cara dia bisa bertahan dan tetap eksis di tengah persaingan karya dengan perancang lainnya?

    Baca: Saat Anne Avantie Rela Gaun Mahalnya Buat Show Dangdutan

    Anne Avantie berbagi 3 tips bagi siapa saja yang mulai berbisnis. Berikut ini rinciannya:

    1. Semua kesempatan itu emas
    Wanita kelahiran 20 Mei 1954 ini menceritakan saat baru memulai karier sebagai desainer. Dia mengambil semua kesempatan yang ditawarkan. "Setiap kesempatan itu emas, tidak ada perak atau perunggu. Karya saya yang pertama masuk televisi itu untuk acara dangdutan. Jadi kamu jangan pilih-pilih saat bukan siapa-siapa," ucap Anne Avantie. Pada awalnya, dia membiarkan orang lain mendahului agar bisa belajar dari kesuksesan orang lain.

    2. Membantu dan memberi
    Anne Avantie mendengar selentingan orang membicarakan tentang fashion show-nya di belakang. "Gila, banyak sekali yang datang ke show Anne Avantie. Padahal itu dibikin," begitu kata orang seperti dituturkan kembali oleh Anne Avantie.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan perancang busana Anne Avantie seusai peragaaan busana bertajuk Badai Pasti Berlalu di Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Wanita 64 tahun ini mengklarifikasi kalau semua yang datang di fashion show Badai Pasti Berlalu di JFW 2019 adalah inisiatif mereka sendiri. Begitu pula dengan busana tenun yang mereka kenakan. "Itu semua mereka inisiatif sendiri. Saya yang kasih (tenunnya)," kata Anne Avantie. Menurut dia, salah satu sumber kebahagiaannya adalah ketika bisa memberi dan membuat orang lain senang.

    Baca juga: Ada Pesan Moral dalam Fashion Show Anne Avantie di JFW 2019

    Anne Avantie juga senang pergi ke pasar dan ketika ada pedagang yang memintanya datang ke toko mereka, dia tak ragu melangkahkan kaki ke sana. Anne Avantie mengatakan, ketika membuat orang bahagia maka orang itu akan ingat dengan cara positif. Hal tersebut juga membantu kesuksesan Anne Avantie karena dia tidak hanya fokus pada orang besar atau kaya saja.

    3. Ciri khas
    Anne Avantie memiliki gaya rambut yang khas. Dia selalu tampil dengan sanggul besar di bawah dan poni belah dua yang menjadi ciri khasnya. Anne Avantie juga menyematkan sebuah bunga kamboja di rambutnya. "Rambut saya tidak pernah ganti, begini saja terus,"kata Anne Avantie. "Tapi begini saja mahal karena ini menjadi bagian dari investasi untuk membangun tokoh Anne Avantie." Dia menjelaskan, seorang desainer yang memiliki karakter kuat dan penampilan khas maka semakin dikenali banyak orang.

    Artikel lainnya: Susi Pudjiastuti Tampil Nyentrik di Fashion Show Anne Avantie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.