Tina Talisa Ungkap Alasan Semakin Jarang Menonton Televisi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tina Talisa. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Tina Talisa. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tina Talisa berkesempatan kembali muncul di televisi untuk membacakan nominasi dalam ajang Anugerah KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) 2018 pada 4 November. Ia pun merasa senang, apalagi sudah cukup lama wajahnya tak muncul di layar kaca.

     “Tentu saya merasa terhormat ditunjuk membaca nominasi, apalagi dunia penyiaran menjadi bagian dalam hidup saya. Dalam dunia televisi, saya 10 tahun berkarya, sebelumnya menjadi penyiar radio selama 3 tahun,” ujarnya.

    Artikel lain:
    Ngobrol Cantik Bareng Tina Talisa
    Tina Talisa: Berhenti Kerja Demi Anak dan Menata Hidup

    Tina bukan baru pertama kali membaca nominasi Anugerah KPI 2018. Bahkan Tina sempat dua kali masuk menjadi nominee.

    ADVERTISEMENT

    “Saya membaca nominasi pertama kali ketika masih bekerja di TVOne dan kedua saat di Indosiar,” kenang Tina.

    Sudah 2 tahun Tina mundur menjadi presenter televisi. Terakhir, mantan finalis Puteri Indonesia ini bersiaran di salah satu program iNews.

    “Tapi saya hanya freelance, sekarang saya sudah enggak mungkin kembali menjadi presenter televisi karena saya mau bertarung dalam pemilihan legislatif 2019,” unghkapnya.

    Baca juga:
    Begini Cara Tina Talisa Menikmati 'Hamil Kerbau' nya  
    Tina Talisa Buktikan Mitos ASI Bayi Laki-laki dan Perempuan

    Faktor keluarga menjadi prioritas utama buat Tina setelah anak ketiganya, Qisya Nayyara Amir, lahir September 2017.

    “Sibuk mengasuh bayi membuat saya jarang menonton televisi, saya baru bisa menonton setelah selesai menjalankan tugas di rumah, mungkin baru bisa menonton kalau sudah malam hari, itu juga menonton bersama suami,” katanya.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.