Nafa Urbach-Zack Lee Move On, 5 Jurus Lupakan Mantan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris dan penyanyi cantik Nafa Urbach akan memperjuangkan isu perempuan saat diusung oleh Partai NasDem menjadi caleg DPR RI di dapil Jawa Tengah 6. Foto/nafaurbach/instagram.com

    Aktris dan penyanyi cantik Nafa Urbach akan memperjuangkan isu perempuan saat diusung oleh Partai NasDem menjadi caleg DPR RI di dapil Jawa Tengah 6. Foto/nafaurbach/instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski bercerai Nafa Urbach dan Zack Lee tetap menjain hubungan baik. Keduanya bercerai sejak 23 Oktober 2017.  Dari pernikahan yang berjalan selama 10 tahun, keduanya dikaruniai seorang anak perempuan, Mikhaela Lee Jowono.

    Baca juga: Menjaga Hubungan Baik dengan Mantan Suami Seperti Nafa Urbach

    Namun bukan berarti Nafa Urbach dan Zack Lee tak bisa move on. “Aku punya hidup sendiri, Nafa punya kehidupan sendiri. Dibilang move on ya move on. Cuma ya sampai kapan pun dia adalah ibunya anak saya. Bagaimana pun saya harus menghormati dia," ungkap Zack Lee di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.

    Melupakan mantan kekasih atau mantan suami bukanlah hal mudah. Bagaimanapun dia adalah orang yang pernah Anda sayangi dan merupakan orang terdekat dalam hidup Anda. Namun, melupakan mantan setelah berpisah adalah hal yang harus dilakukan. Tujuannya, agar Anda bisa menjalani hidup ke depan tanpa harus mengingat rasa sakit hati atau kenangan pahit bersamanya.

    Mengutip laman Wikihow, berikut adalah cara yang efektif untuk melupakan mantan, agar Anda tidak lagi merasa sakit hati atau kembali memikirkannya.

    #1. Bicara dengan orang yang Anda percaya
    Terkadang Anda hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan. Berbicara dengan seseorang dapat membantu Anda menerima bahwa hubungan memang telah berakhir. Jika merasa tidak nyaman membicarakannya kepada keluarga atau teman, pertimbangkan untuk menemui terapis atau bergabung dengan forum grup pendukung di internet. Mungkin akan membantu jika Anda berpura-pura mengobrol dengan mantan tentang semua kesedihan yang Anda pendam. Ini memungkinkan Anda membicarakan semua perasaan tanpa benar-benar menciptakan kontak dengan mantan dan membantu Anda menerima kenyataan.

    #2. Buang amarah
    Jika Anda terobsesi pada hal-hal menyakitkan yang dilakukan mantan pada Anda, Anda tidak akan pernah bisa melupakannya. Sebesar apa pun kemarahan yang dirasakan, Anda harus berhenti menimang-nimang pikiran negatif itu. Saat berusaha mengatasi pikiran yang terus saja kembali, Anda perlu menghadapinya dengan gagah karena itu akan membantu. Renungkan mengapa memikirkan hal itu, bagaimana pikiran tersebut mungkin menyimpang atau tidak benar, dan pengaruh negatif apa yang ditimbulkan pikiran itu  sekarang. Semakin Anda mengakui adanya pikiran itu, semakin mudah melepaskannya.

    #3. Bersedihlah
    Berusaha menekan pikiran hanya akan membuat perasaan emosional terhadap mantan jadi lebih kuat. Bahkan, Anda mungkin akan mulai memimpikan mantan jika tidak membiarkan diri mengalami semua emosi dan pikiran tersebut. Jika memang ingin menangis, maka menangislah. Anda akan merasa lebih baik setelah mengeluarkan semua emosi dalam tangisan ketimbang memendam perasaan selamanya.

    #4. Ingatkan diri untuk melepaskan semuanya
    Ada berbagai teknik perilaku yang dapat dicoba untuk menghentikan pikiran obsesif tentang mantan. Semua teknik ini bergantung pada kemampuan Anda untuk mengakui bila suatu pikiran tentang mantan memasuki benak Anda dan mengambil tindakan tertentu untuk mencegahnya agar tidak kembali. Ingatlah bahwa teknik ini hanya boleh digunakan untuk pikiran obsesif. Jika Anda belum mengatasi perasaan dan membiarkan diri bersedih, Anda seharusnya tidak berusaha menekan pikiran.

    Anda dapat mencoba memakai gelang karet di pergelangan tangan dan menggunakannya untuk menjentik tangan Anda setiap kali memikirkan mantan, atau menuliskan pikiran-pikiran tentang mantan pada selembar kertas lalu kemudian membuangnya.

    Anda juga dapat mencoba latihan visualisasi yang mengharuskan Anda memvisualisasikan adegan spesifik setiap kali pikiran itu muncul. Misalnya, Anda dapat memikirkan tanda berhenti dalam upaya mengingatkan diri untuk berhenti melakukan apa yang sekarang Anda lakukan. Jika Anda konsisten, asosiasi pikiran tentang mantan dan keharusan berhenti akan tercipta secara otomatis.

    #5.Jujur kepada diri sendiri
    Setelah perpisahan, sering kali orang tidak jujur kepada diri sendiri tentang keadaan atau alasan berakhirnya hubungan. Penting bagi Anda untuk mempertimbangkan baik-baik sebahagia apa Anda menjalani hubungan itu dan apa yang membuatnya berakhir. Dengan demikian, Anda dapat berhenti mengidealkan hubungan yang sebenarnya tidak indah. Sikap jujur juga membantu Anda mempertanyakan apa peran Anda dalam putusnya hubungan karena ini dapat membantu Anda membuang kemarahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.