Dokter Jelaskan Pentingnya Ion bagi Kesehatan Tubuh

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum dari botol. Shutterstock.com

    Ilustrasi minum dari botol. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia cenderung memiliki kesadaran untuk menjalani pola hidup yang sehat. Hal ini terlihat dari riset Mintel yang mengungkapkan bahwa tiga dari empat atau sebesar 75 persen masyarakat perkotaan ingin memiliki pola makan yang lebih sehat.

    Selain itu, sebanyak 58 persen masyarakat perkotaan Indonesia juga memiliki keinginan untuk melakukan olah raga lebih banyak. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementrian Kesehatan, di Indonesia frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis sekitar 1 kali dalam sehari secara nasional adalah 53.1 persen pada 2013.

    Artikel lain:
    Tubuh Tetap Fit Saat Puasa, Perhatikan Asupan Nutrisi
    Survei: Rajin Selfie Membuat Tubuh Langsing

    Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2017 yang memperolah catatan sebanyak 65,2 persen menurun jika dibandingkan 2007, yaitu 65,2 persen. Data ini dijadikan acuan peluncuran produk Ion Water oleh perusahaan PT Amerta Indah Otsuka.

    ADVERTISEMENT

    "Ion Water, minuman ion rendah kalori cocok untuk mereka yang ingin mengembalikan cairan dan ion tubuh yang hilang namun dengan komposisi rendah kalori,” kata direktur pemasaran Amerta Indah Otsuka, Ricky Suhendra.

    Ion Water merupakan wujud komitmen inovasi perusahaan dalam menghadirkan produk yang dapat memberi manfaat kesehatan serta mendukung masyarakat dalam menerapkan gaya hidup aktif yang lebih sehat.

    Produk ini diyakini memiliki kandungan kalori sebanyak 35 kkal per 250 ml, atau setara dengan 14 kkal per 100 ml. Dengan komposisi ini, maka Ion Water telah memenuhi standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai minuman rendah kalori

    “Dengan komposisi ini maka Ion Water, minuman ion dengan kalori rendah cocok untuk dikonsumsi bagi mereka yang ingin mengembalikan cairan dan ion tubuh yang hilang namun tetap dapat menjaga asupan kalorinya,” ujarnya.

    Baca juga:
    Mengenal Fungsi Rambut di Berbagai Bagian Tubuh
    Tak Perlu Bingung Memilih Pakaian, Sesuaikan dengan Bentuk Tubuh

    Pakar kesehatan dr. Haekal Yassier Anshari mengatakan selama ini untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang tidak cukup dengan air putih saja. Tubuh memerlukan asupan ion untuk menggantikan cairan ion yang hilang setelah beraktivitas. Ion ini kemudian akan meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga dapat memperkuat sistem imun dan meningkatkan kinerja saraf dan otak.

    “Tubuh mengandung cairan yang terdiri dari air dan ion yang dapat membantu sel tubuh untuk beregenerasi. Namun terkadang cairan dalam tubuh kerap mengalami perubahan karena beragam aktivitas. Penting untuk kita dapat mengganti cairan tubuh yang keluar agar fungsi metabolisme tubuh tetap terjaga,” ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...