Terlalu Fokus dengan Gadget, Pengaruhi Kontak Fisik Anak-Orangtua

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak dapat dipungkiri sebagai orangtua adakalanya terlalu terpaku pada perangkat teknologi mereka. Hal ini tentu dapat membuat Anda menghiraukan hal-hal penting, misalnya berinteraksi dengan anak-anak.

    Baca juga: Saran Psikolog agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

    Psikolog anak dan keluarga dari Teman Hati Konseling, Ajang Raviando, menyarankan orangtua melalukan detoks gawai. "Adakalanya kita tidak harus selalu terpaku pada teknologi misalnya gadget. Seringkali kita melupakan hal lain karena terlalu fokus pada gadget kita. Berikan kesempatan anak bermain dengan kita tanpa melibatkan teknologi. Bermain antara orangtua dan anak," ujarnya, di Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018.  

    Menurut Ajeng, terlalu fokus memegang gawai bisa berakibat hilangnya kesempatan orangtua sekedar merangkul, menggandeng dan kontak fisik lainnya dengan anak mereka. Padahal, kontak fisik ini bisa membangun ikatan emosional antara orangtua dan anak. "Jangan lupa, anak butuh sentuhan, dipeluk, disayang, ada kontak fisik antara orangtua dan anak itu penting untuk menciptakan emotional bonding," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Kapan sebaiknya detoks teknologi orangtua lakukan? Menurut Ajeng, tak ada waktu khusus dan tergantung masing-masing orangtua tua, asalkan bisa efisien dan efektif. "Tergantung aturan di rumah masing-masing. Bahkan menaruh gadget waktu makan juga sebenarnya kesempatan untuk detoks teknologi. Santai berbicara, mendengarkan cerita masing-masing. Yang efektif dan efisien, jangan sampai enggak mengobrol," tutur dia. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.