Cukup Minum, Kunci Penting Turunkan Risiko Penyakit Tak Menular

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berhijab minum air. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita berhijab minum air. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatnya jumlah penderita penyakit tak menular memang memprihatinkan. Salah satu cara mencegahnya dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman.

    Dokter ahli gizi Rimbawan mengatakan saat memilih makanan dan minuman siap saji, penting bagi konsumen untuk memperhatikan takaran saji, angka kecukupan gizi, serta kandungan nutrisinya, terutama kandungan gula, garam, dan lemak.

    Artikel terkait:
    Penyebab Tubuh Terserang Penyakit
    Dokter: Remaja pun Bisa Terserang Penyakit Jantung Koroner

    Jika jumlah yang dikonsumsi melebihi kebutuhan harian akan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti, hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

    “Masyarakat sebenarnya dapat dengan mudah menemukan informasi ini, dalam boks Informasi Nilai Gizi yang ada pada kemasan makanan dan minuman,” ujarnya.

    Menurutnya, jika konsumen lebih cermat memilih makanan dan minuman kemasan yang akan dikonsumsi, maka penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat gizi dan energi, selain itu pilihlah makanan dan minuman dengan kandungan gula dan natrium yang paling rendah. 

    Namun, yang perlu diperhatikan juga kadang kala dalam kemasan tersebut yang disajikan bukanlah jumlah kandungan gizi per kemasan tetapi per keping ukuran sehingga perlu lebih cermat dalam memilih.

    Ilustrasi wanita minuma air mineral atau air putih. shutterstock.com

    Rimbawan menambahkan masyarakat juga perlu mengonsumsi air minum, yaitu minimal delapan gelas per hari, sebab air memiliki sifat melarutkan dan menjadi dasar metabolisme di dalam tubuh.

    “Kalau konsumsi terlalu banyak garam maka tekanan darah akan meningkat, maka untuk menurunkan dan menstabilkan metabolisme dibutuhkan air,” tuturnya.

    Jika seseorang kekurangan cairan, selain dapat menyebabkan dehidrasi juga akan menurunkan daya ingat dan konsentrasi. Hal tersebut terjadi karena cairan di dalam tubuh berfungsi untuk mengantarkan sinyal dan pesan ke saraf sehingga ketika kekurangan cairan maka perjalanan sinyal tersebut akan terhambat yang dapat membuat seseorang kehilangan konsentrasi.

    Cairan tersebut menurutnya tidak hanya berasal dari air putih saja tetapi bisa juga dari minuman berwarna, buah-buahan, dan kuah dari makanan. 

    Baca juga:
    5 Tanda Anda Sakit
    Mengenal 5 Jenis Kepribadian dan Penyakit yang Membayangi

    Hydration Science Director PT. Tirta Investama, Tria Rosemiarti, mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang.

    “Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi tiap harinya, terutama yang terkandung pada minuman kemasan, untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai pola hidup yang lebih sehat. Untuk itu diperlukan edukasi terkait hal ini, agar masyarakat dapat secara cerdas mengetahui alternatif makanan dan minuman mana yang sebaiknya mereka konsumsi,” ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.