Awkarin Setop Jadi Selebgram, Psikolog Ungkap Sisi Positif

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebgram Karin Novilda alias Awkarin. Tabloidbintang.com

    Selebgram Karin Novilda alias Awkarin. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Awkarin baru-baru ini menyatakan akan berhenti menjadi selebgram atau selebriti Instagram. Wanita 20 tahun itu mengalihkan akun media sosial Instagramnya yang sudah memiliki 3,8 juta ke sebuah perusahaan yang notabene milik dia juga. Perusahaan bernama The A Team itu menawarkan jasa pengembangan bisnis via media sosial.

    Baca: Alasan Orang Pensiun Sebagai Selebgram seperti Awkarin

    Bukan hanya Awkarin yang memilih berjarak dengan media sosial dan fokus pada urusan di balik layar. Penyanyi Selena Gomez juga beberapa kali mengumumkan rehat dulu dari dunia maya karena ingin lebih konsentrasi dengan kehidupan nyata yang dia alami sehari-hari.

    Mengetahui fenomena banyaknya pesohor yang mengambil jeda dari dunia maya, Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan itu adalah sebuah langkah positif. "Sebenarnya itu (rehat dari dunia maya) bagus dilakukan. Ketika kita melihat media sosial tidak lagi menjadi suatu hal yang menyenangkan untuk diri kita, ada baiknya break dulu," kata Ayoe Sutomo di Jakarta Selatan, Selasa 23 Oktober 2018.

    Awkarin ikut mengangkut logistik paket bantuan untuk korban gempa-tsunami Palu dan Donggala di sebuah kamp pengungsian. Influencer berusia 20 tahun ini sempat dikenal dengan gaya hidup foya-foya. Instagram/@Sekolahrelawan

    Musababnya, orang kerap terpengaruh pada apa yang mereka lihat di media sosial dan itu mempengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri. Misalnya, ketika melihat orang-orang di media sosial begitu bahagia, bisa jalan-jalan, makan enak, pakai baju bagus dan mahal, maka yang melihat itu akan membandingkan dengan dirinya sendiri.

    Artikel lainnya:
    Awkarin Pensiun Jadi Selebgram, Ini Unggahan yang Pernah Disorot

    Ayoe Sutomo menambahkan, media sosial kerap membuat seseorang merasa lebih rendah. Sebab itu, lebih baik berhenti sejenak bila media sosial tidak berpengaruh positif pada kehidupan. "Ada beberapa penelitian yang menunjukkan kalau paparan media sosial seringkali membuat individu merasa kurang mampu berbuat apa-apa," ucap dia.

    Baca juga: Awkarin Buka-bukaan, Gaji Selangit, Haters, dan Bantuan Polisi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.