Selasa, 13 November 2018

3 Tips Mengenalkan Politik pada Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika berbicara tentang politik pada anak, Anda mungkin berpikir mereka tidak akan tertarik. Namun menurut sebuah survey terhadap anak dan remaja di Amerika Serikat, mereka turut memikirkan tentang pemilihan presiden dan bagaimana mereka bisa berdampak pada proses itu. 

    Baca juga: 4 Manfaat Orang Tua Memeluk Anak 

    Mengutip laman KidsHealth, sebanyak 75 persen kecil dan 79 persen anak remaja menjawab bahwa hasil dari pemilu akan mengubah kehidupan mereka. Setengah dari  remaja yang disurvei percaya mereka memilih pengaruh dari pilihan orangtua mereka.

    Pada setiap pemilu, banyak tanda di jalan raya seperti stiker, spanduk, dari para kandidat. Mereka juga muncul di layar TV dan radio, memberi pesan perubahan dari soal jaminan kesehatan, pemerataan ekonomi, peluang kerja, dan hubungan internasional serta masalah iklim. Sebagai orangtua, Anda mungkin tidak memprediksi anak Anda tidak akan terpengaruh oleh media massa. Faktanya, mayoritas remaja mengaku bahwa isu seperti harga makanan, pendidikan, jaminan kesehatan, perang, dan lingkungan hidup sangat penting bagi mereka.

    Hal ini tentu sangat penting. Membicarakan politik tidak hanya membantu mempromosikan pengembangan pendidikan kritis, tetapi juga memberi penjelasan dari konsep-konsep yang sulit dicerna oleh anak-anak, atau tentang rasa takut mereka terhadap masa depan.

    Berikut tips mengajarkan politik pada anak:

    1. Tetaplah berpikir positif
    Dalam suasana pemilu yang panas, perasaan yang kuat pada sejumlah isu bisa memicu perbedaan pendapat. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada anak, bagaimana perbedaan pendapat harus tetap saling menghormati. Utarakanlah ketidaksukaan terhadap kandidat dan jelaskan apa yang membuat Anda menyukai kandidat tersebut. Doronglah anak untuk melakukan hal serupa. Fokuslah pada cara berpendapat yang positif.

    2. Tetap kaji ulang
    Anak anda mungkin cemas dengan apa yang kandidat dan orang lain katakan soal ekonomi dan peluang kerja. Mereka mungkin cemas kehilangan rumah atau orangtua yang kehilangan pekerjaan. Dengarkanlah suara mereka dan berikan kajian lebih dan perspektif baru. Jika menghadapi masalah keuangan, katakan dengan jujur kepada anak apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi hal itu.

    3. Libatkan mereka
    Banyak anak yang tertarik dan peduli pada isu-isu saat ini. Kuatkan mereka dan menyelesaikan masalah akan membantu anak Anda berpikir positif. Bicarakanlah hal-hal yang bisa memberikan perubahan. Jika mereka tertarik pada isu lingkungan, mereka mungkin bisa menemukan cara bagaimana menjadikan hunian ‘go green’. Biarkanlah anak-anak bereksplorasi seperti halnya mereka memberi pilihan pada kandidat-kandidat tertentuk dan membuat perubahan, sehingga, mereka bisa fokus bekerja pada permasalahan tertentu yang ingin mereka ubah.

    Membicarakan isu-isu penting seperti proses elektoral, dan mengapa pemilihan umum menjadi penting, memberikan anak Anda pelajaran kecil tentang bagaimana pemerintahan mempengaruhi kehidupan di dunia. Selain itu juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki pendapat masing-masing. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.