Cegah Batu Empedu dengan Jaga Berat Badan dan Diet Seimbang

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Berat badan yang ideal dan sehat sangat penting untuk mencegah beragam penyakit. Salah satunya menurut German Society for Digestive and Metabolic Diseases (DGVS) adalah pembentukan batu empedu. 

    Baca juga: Waspadalah, Wanita Lebih Rentan Menderita Batu Empedu

    Organisasi tersebut belum lama ini memperbarui pedoman mengenai pencegahan dan pengobatan batu empedu. Mengutip DPA, pedoman itu merekomendasi agar seseorang memiliki diet seimbang, terutama perbanyak sayuran juga mengonsumsi sedikit lemak dan gula.

    Selain itu, melakukan aktivitas fisik sekitar 30 menit per hari juga berkontribusi mencegah batu empedu. Presiden DGVS Frank Lammert menyarankan untuk orang dengan kelebihan berat badan mesti menurunkan berat badan mereka secara perlahan, kendati kehilangan lebih dari 1,5 kilogram per minggu juga meningkatkan risiko batu empedu. Minum obat pencegah batu empedu dapat dipertimbangkan dalam kasus tersebut.

    Sebagian besar batu empedu terbentuk karena terlalu banyak kolesterol yang dipompa dari hati ke kantong empedu. Jika batu-batu menyebabkan masalah -- contohnya, kolik bilier, nyeri perut akibat sumbatan saluran empedu oleh batu empedu -- seluruh kantong empedu biasanya harus dibuang.

    Frank Lammert menambahkan kram yang menyakitkan merupakan gejala peringatan untuk kemungkinan komplikasi. Jika batu, umpamanya, tersangkut di saluran empedu, dapat menyebabkan peradangan pankreas yang mengancam jiwa.

    Artikel lain:
    Mendeteksi Penyakit Lewat Titik Nyeri di Perut
    Sakit Mag, Pemicunya Bukan Cuma Telat Makan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.