Mengenal Aneka Polutan di Rumah dan Penyebab Alergi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kamar tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi kamar tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyedot debu di lantai. Namun sesungguhnya masih ada polutan tak terlihat bertebaran, yang berpotensi memicu alergi.

    Polutan dalam rumah umumnya disebabkan aktivitas di dalam rumah, seperti memasak, membersihkan, bahkan menyiram. Berikut ini tiga jenis umum polutan, seperti disadur dari channelnewsasia.com.

    Baca juga:
    2 Kondisi Rumah yang Bisa Memicu Alergi
    Alergi Juga Bisa Mengintai Hewan Peliharaan, Begini Mengatasinya

    1. Material partikel
    Material partikel punya berbagai bentuk dan ukuran yang berasal dari sulfat, nitrat, karbon hitam, debu mineral, dan air. Umumnya, partikel ini disebabkan kegiatan pembakaran, seperti memasak menggunakan kompor atau menyalakan pemanas air saat mandi. Namun bisa juga terjadi secara alami, misalnya partikel organik, seperti serbuk sari dan bulu hewan peliharaan.

    ADVERTISEMENT

    2. Senyawa organik yang mudah menguap (VOC)
    Ironisnya, Anda secara tidak sengaja menghasilkan polutan ketika membersihkan rumah. VOC adalah gas, misalnya formaldehida dan benzena, yang dikeluarkan dari bahan pembersih rumah tangga, seperti semprotan aerosol, penyegar udara, dan pestisida.

    Cat, pernis, dan lilin tertentu juga dapat mengandung VOC, seperti partikel dan nitrogen dioksida. VOC dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan penyakit lain, seperti sakit kepala dan mual. Dalam kasus ekstrem, mereka dapat merusak hati, ginjal, dan sistem saraf pusat.

    Artikel lain:
    3 Cara Gampang Atasi Alergi Kulit karena Produk Kecantikan
    Ketahui 11 Tipe Alergi

    3. Jamur
    Kegiatan sehari-hari, seperti mandi dan memasak, berkontribusi pada peningkatan kadar air di udara. Meningkatnya tingkat kelembapan, ditambah dengan ventilasi yang buruk, dapat meningkatkan pertumbuhan jamur di dinding, lantai, bahkan perabot. Jamur menghasilkan spora yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti batuk dan saluran udara terhambat, atau memperburuk kondisi yang ada, seperti alergi dan asma.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?