Rabu, 19 Desember 2018

6 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Orang Bermata Cokelat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bermata cokelat. Pixabay.com

    Ilustrasi wanita bermata cokelat. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Warna mata rentan terhadap masalah kesehatan tertentu, baik yang terkait dan tidak terkait dengan mata. Mata berwarna cokelat misalnya. Mata gelap memiliki banyak melamin atau pigmen dibanding mata berwarna biru atau hijau. Ini sangat baik untuk menyaring sinar UV yang merusak dari matahari, yang dapat membantu melindungi terhadap penyakit mata tertentu, seperti degenerasi makula terkait usia.

    Baca juga: 8 Faktor Risiko yang Memicu Mata Kering

    Tetapi kenyataannya, meski mata cokelat  tidak membiarkan cahaya terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Dokter mata ternama Ming Wang mengatakan pada pemilik mata gelap masalah kesehatan yang dialami berkaitan dengan genetika. "Genetika memang memiliki dampak pada predisposisi kita terhadap suatu penyakit tetapi pada akhirnya tidak menentukan nasib kita," ujarnya. Mengutip laman Bustle, berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang rentan dialami orang bermata cokelat.

    #1. Katarak
    Orang bermata cokelat memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak. “Menurut sebuah penelitian, mereka yang memiliki mata coklat 1,59 hingga 2,5 kali lebih mungkin mengalami katarak dibandingkan dengan yang bermata lebih terang," kata Dr. Wang. Sinar UV yang menyerap lebih banyak ke dalam iris mata berwarna gelap, dapat menyebabkan peningkatan suhu yang selama beberapa dekade bisa menyebabkan katarak. Untuk mencegahnya, selalu kenakan kacamata pelindung atau topi lebar setiap kali Anda berada di luar matahari, apapun warna matanya. 

    #2. Degenarasi macula
    Kabar baiknya, mata coklat mungkin tidak rentan terhadap degenerasi makula, yang merupakan kerusakan terkait usia retina di mata yang mengarah pada gangguan penglihatan. "Ini mungkin karena sinar UV diserap oleh iris - karena ia berinteraksi dengan pigmen yang lebih menonjol - daripada ditularkan melalui tempat itu dapat mencapai retina yang lebih dalam, ujar Wang.

    #3. Gangguan afektif musiman
    Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang dengan mata yang lebih gelap berisiko menderita SAD, atau gangguan afektif musiman. Gangguan suasana hati yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun,  umumnya di musim dingin ketika hari-hari lebih pendek.

    Menurut sebuah penelitian, setelah mempelajari 175 peserta untuk menentukan sejauh mana suasana hati mereka bervariasi dengan musim, satu tim peneliti, yang mempresentasikan temuan mereka di konferensi British Psychological Society, menemukan bahwa wanita dengan mata coklat mengalami lebih banyak perubahan mood daripada mereka dengan mata yang lebih terang.

    Mata cokelat menyerap lebih banyak cahaya, yang mencegahnya mencapai otak, sehingga mebantu mengatur suasana hati. Menurut seorang rekan penulis studi, Profesor Lance Workman, kita tahu bahwa cahaya yang masuk ke otak menyebabkan penurunan tingkat melatonin. Mata yang lebih terang  tidak menyaring banyak cahaya, itulah sebabnya orang-orang dengan mata biru atau hijau mungkin memiliki suasana hati yang lebih stabil.

    Selanjutnya 4. Mudah mengalami nyeri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.