Rabu, 19 Desember 2018

Alasan 11 Oktober Jadi Hari Anak Perempuan Internasional

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu/perempuan dan anak-anak. REUTERS/Neil Hall

    Ilustrasi ibu/perempuan dan anak-anak. REUTERS/Neil Hall

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl Child (IDG) jatuh pada tanggal 11 Oktober, yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejak tahun 2012, Hari Anak Perempuan Internasional diperingati lebih dari 70 negara. 

    Baca juga: Dampak Menerapkan Aturan Ketat pada Anak Perempuan

    Pada tanggal tersebut, Yayasan Plan International Indonesia, organisasi yang mendorong kesetaraan hak-hak anak perempuan, melakukan serangkaian kegiatan agar anak-anak perempuan bisa memimpin dan ikut terlibat dalam membuat perubahan.

    Advocacy Manager Yayasan Plan Internasional Indonesia, Nadira Irdiana mengatakan anak perempuan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, keluarga dan orang tua, masyarakat, pelaku usaha, pemerintah serta para pembuat kebijakan, agar bisa berkontribusi ke masyarakat. “Kenapa membutuhkan ini (Hari Anak Perempuan Internasional)? Karena memang banyak sekali isu yang spesifik untuk anak perempuan, seperti pernikahan anak dan pelecehan seksual yang lebih sering terjadi pada anak perempuan,” jelas NadiraIrdiana, di Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.

    Nadira Irdiana, Advocacy Manager Yayasan Plan International Indonesia, di Jakarta Selatan, Senin 8 Oktober 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Rangkaian kegiatan IDG 2018 salah satunya adalah #SehariJadiPemimpin, dimana anak-anak perempuan berusia 15-17 tahun terpilih untuk menggantikan peran pemimpin strategis di beberapa posisi pemerintahan hingga lembaga internasional dalam satu hari. Dari 392 anak perempuan yang mendaftar dari seluruh Indonesia, telah terpilih 12 orang anak perempuan yang diantaranya akan menggantikan peran Menko Maritim, Komisaris KAI, Sekjen Kominfo, Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri, hingga lembaga internasional seperti PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dan Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA).

    Salah satu peserta #SehariJadiPemimpin 2016, Meyta Nurul Aini berperan menggantikan posisi Deputi Tumbuh Kembang Anak, di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak. Meyta menjelaskan kalau melalui kegiatan ini, dia bisa mengajak lingkungannya untuk lebih mendukung kesetaraan untuk anak-anak perempuan dan juga berkontribusi pada perubahan.

    Perayaan IDG 2018 di Jakarta juga akan dilakukan di Stasiun Gambir pada Sabtu, 13 Oktober 2018. Acara tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang kota aman untuk anak perempuan serta mendorong partisipasi masyarakat untuk kesetaraan anak perempuan. “Kita masih punya banyak PR dan masih banyak yang perlu dibicarakan masyarakat, contohnya pelecehan seksual yang lebih berisiko pada anak perempuan,” lanjut Nadira.

    Setiap tahun, IDG akan memiliki tema yang berbeda. Tahun ini, tema IDG 2018 adalah kota aman untuk anak perempuan. Melalui Hari Anak Perempuan Internasional, Yayasan Plan International Indonesia mengajak semua masyarakat Indonesia untuk menunjukkan rasa peduli dan mendorong kesetaraan hak anak perempuan. Berikan kesempatan yang setara untuk anak- anak perempuan agar bisa menyuarakan hak-haknya dan ikut terlibat dalam perubahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.