Selasa, 23 Oktober 2018

Seohyun Ingin Menikah di Usia 35, Apa Alasannya?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seohyun Eks Girls' Generation Bicara Soal Keluar dari SM Entertainment

    Seohyun Eks Girls' Generation Bicara Soal Keluar dari SM Entertainment

    TEMPO.CO, Jakarta - Seohyun mengakui dirinya termasuk tipe orang yang berdedikasi pada pekerjaan. Namun semakin dewasa, ia menyadari masih banyak hal penting yang harus dipikirkan selain pekerjaan.

    Baca juga: Rahasia Tubuh Indah Seohyun, dari Diet sampai Olahraga

    Hal penting menurut Seohyun saat ini bukan pernikahan. "Pekerjaan biasanya menjadi hal yang 99 persen paling penting, tapi semakin dewasa saya semakin menyadari bahwa tidak baik jika hidup saya hanya mementingkan pekerjaan. Karena teman-teman dan keluarga juga bagian terpenting dari hidup saya. Saya rasa tidak bagus jika saya hanya fokus pada satu hal saja,” urai Seohyun yang pernah membintangi serial The King and I

    Seohyun (Allkpop)
    Seohyun (Allkpop)

    Untuk saat ini selain pekerjaan, keluarga dan sahabat masih menjadi dua hal yang utama dalam hidup mantan personel SNSD ini. Bagaimana dengan mencari pendamping hidup? Sepertinya Seohyun belum akan mencarinya dalam waktu dekat.

    Seohyun tak menampik keinginan menikah. Namun bagi Seohyun usia ideal untuk menikah adalah setelah ia setidaknya berusia 35 tahun. “Saya ingin menikah di usia 35 atau 36 tahun. Jika tidak mempertimbangkan untuk punya anak, saya bahkan ingin menikah di usia 38 tahun Saya ingin menikah selambat mungkin, setelah saya meraih cita-cita dan melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan,” ungkap Seohyun.

    Bagi Seohyun menikah adalah tanggung jawabnya sebagai anak tunggal di keluarga. "Untuk saat ini, saya belum punya bayangan,” tandas Seohyun.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.