Panas di Luar, Jangan Langsung ke Ruangan Ber-AC, Ini Dampaknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi pendingin ruangan produk panasonic. (Foto: Dok. Panasonic)

    Foto ilustrasi pendingin ruangan produk panasonic. (Foto: Dok. Panasonic)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai negara tropis, cuaca di Indonesia hampir selalu panas. Cuaca ini membuat masyarakat senang untuk langsung ke ruangan dengan pendingin ruangan atau AC setelah menghadapi panasnya sinar matahari di luar.

    Tidak hanya itu, masyarakat juga senang berdiri di depan AC pada saat masuk ke ruangan dari cuaca yang panas di luar. Padahal, hal tersebut bisa membuat kulit menjadi kering dan sebaiknya dihindari.

    Artikel terkait:
    4 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Membeli AC untuk Rumah
    Selalu Gunakan AC di Rumah, Lengkapi Juga dengan Alat Berikut

    Saat kepanasan datang ke ruangan dengan AC langsung itu tidak bagus. Dari panas pori-pori terbuka langsung udara dingin itu membuat kulit kering,” jelas Heribertus Ronny, Assistant General Manager Air Conditioner PT. Panasonic Gobel Indonesia, di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Oktober 2018.

    ADVERTISEMENT

    Terutama masuk ke tempat yang langsung terkena semprotan udara dari AC. Tempat-tempat seperti mal biasanya memberikan udara dingin, namun pengunjung tidak langsung merasakan semprotan udara dari AC.

    Pendingin ruangan yang biasanya digunakan di mal memberikan udara ke atas, bukan ke bawah. Karena itu, orang yang melewati AC tidak langsung merasakan semprotan angin.

    Baca juga:
    AC Mobil Bisa Meredam Polusi? Simak Kata Pakar
    Setiap Hari Kena Udara AC, Simak Dampak Buruknya pada Tubuh  

    “Pokoknya hindari kena AC langsung karena tidak bagus untuk jangka panjang,” lanjut Ronny.

    Tidak hanya itu, pada saat tidur sebaiknya jangan set suhu yang terlalu dingin karena biasanya udara di luar semakin dingin. Suhu AC yang terlalu dingin juga bisa membuat kulit menjadi kering.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...