Selasa, 23 Oktober 2018

Awas, Anak Terlalu Banyak Konsumsi Gula Memicu Perilaku Buruk

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak jajan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak jajan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaAnak yang mengonsumsi terlalu banyak gula itu, cenderung menjadi brutal, minum alkohol, dan merokok. Hal ini berdasarkan beberapa penielitan yang sudah ada, bahwa makanan dan minuman yang mengandung banyak gula itu meningkatkan perilaku berisiko pada anak usia 11 hingga 15 tahun.

    Baca juga: Ahli Jelaskan Kaitan Anak Terlalu Aktif dengan Makanan Manis

    Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa anak-anak hampir tiga setengah kali lebih cenderung menjadi pengganggu bila mereka makan banyak permen dan minuman berenergi. Penelitian lain mengungkapkan bahwa kadar gula tinggi membuat anak lebih berpotensi dua kali lebih banyak terlibat perkelahian, dan 95 persen lebih cenderung menjadi pemabuk, seperti dikutip dari laman DailyMail.

    Para peneliti di belakang penelitian ini berkata bahwa minuman berenergi memperburuk perilaku anak lebih dari cokelat atau permen karena di dalamnya mengandung kafein juga.

    Penelitian juga dilakukan oleh Bar Ilan University di Israel terhadap 137.284 anak usia 11, 13, atau 15 tahun dan hidup di 25 negara Eropa atau Kanada. Para peneliti membandingkan berapa banyak kadar gula yang dikonsumsi anak dengan berapa banyak mereka terlibat perkelahian, menganggu satu sama lain, mengisap rokok, minum alkohol, dan mabuk. Mereka menemukan ada korelasi yang kuat di antara keduanya.

    Demikian juga penelitian di Inggris, anak-anak yang mengonsumsi banyak permen, cokelat, dan minuman berenergi itu 89 persen cenderung merokok dan 72 persen cenderung minum alkohol. Mereka juga 2,13 kali cenderung terlibat perkelahian dan memiliki peluang 69 persen lebih tinggi menjadi penganggu. Penelitian ini untuk pertama kali melihat efek gula terhadap kekerasan dan penyalahgunaan zat pada anak.

    Kendati tidak disebutkan kadar gula yang menjadi acuan penelitian, National Health Service (NHS) memiliki pedoman yang jelas. Anak-anak usia di atas 11 tahun tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram gula tambahan per hari—namun, terdapat makanan dengan kadar gula tinggi, seperti dalam minuman karbonasi (35 gram) dan cokelat bar (33 gram). Sementara itu, untuk anak yang usianya lebih muda—usia 4 hingga 6 tahun itu tidak boleh mengonsumsi lebih dari 19 gram gula per hari.

    Para penulis penelitian menuliskan bahwa hubungan antara minuman manis dan keterlibatan kekerasan di dalamnya adalah berasal dari permen dan cokelat. “Karena minuman bergula juga sering mengandung banyak zat adiktif, termasuk kafein, termasuk gula yang dikombinasikan dengan beberapa zat adiktif yang terkandung dalam minuman ringan juga menjadi prediktor yang kuat atau konsisten,” pungkas mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.