Dokter Jelaskan beda Vaksinasi dan Imunisasi, Termasuk Vaksin MR

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin. shutterstock.com

    Ilustrasi vaksin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontroversi vaksin MR (measles rubella) memanas sepanjang 2018. Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat situs resminya menerangkan penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) saat ini dibolehkan (mubah) karena kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah) dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

    Meski demikian, kontroversi tetap saja meruncing. Walikota Jambi, Syarif Fasha, sampai melontarkan pernyataan siap menanggung kesalahan akibat pemberian vaksin MR. Yang bikin miris, masih banyak masyarakat yang belum 100 persen paham apa vaksin MR itu.

    Artikel lain:
    Imunisasi Measles Rubella, Simak Penjelasan Kementerian Kesehatan
    Vaksin Mencegah Penyakit Lebih Parah, Masih Ragu?

    Spesialis anak dari Poliklinik Advance RSIA Bunda Jakarta, dr. Abdullah Reza, SpA., menerangkan imunisasi dan vaksinasi sebenarnya dua hal berbeda. Imunisasi adalah proses membuat tubuh menjadi imun, salah satu caranya dengan vaksinasi.

    Vaksinasi merupakan proses membuat imun secara aktif. Belakangan, masyarakat menyebut vaksinasi sebagai imunisasi untuk menyederhanakan istilah. Prinsip dasar vaksinasi adalah latihan, tubuh kita ibarat negara. 

     “Saat negara dalam kondisi aman, tentara tetap latihan perang. Saat negara terancam, tentara melawan berdasarkan strategi latihan yang selama ini mereka jalani,” jelasnya.

    “Dalam kondisi terdesak, bukan tidak mungkin warga sipil dipersenjatai untuk membantu perang. Peluang sipil kalah tentu lebih besar. Seperti itulah vaksinasi. Tentara yang berlatih ibarat anak yang divaksin. Mereka lebih siap melawan penyakit,” tambah Abdullah.

    Baca juga:
    Memahami Usia yang Tepat untuk Vaksin DBD
    Aturan Pemberian Vaksin Difteri untuk Anak dan Dewasa

    Anak yang divaksin memang tidak 100 persen kebal terhadap penyakit. Saat kena serangan virus atau bakteri, mereka lebih siap dan proses pemulihannya lebih cepat.

    Vaksinasi menguatkan daya tahan tubuh si kecil 85 sampai 95 persen. Vaksinasi ada tiga tipe. Pertama, memasukkan virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Kedua, memasukkan bagian virus ke dalam tubuh. Ketiga, memberi toksin alias racun ke tubuh. Vaksin MR diberikan dengan teknik pertama. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.