Minggu, 21 Oktober 2018

Menelisik Motif Kebohongan Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet Tersangka penyebaran berita bohong atau hoax tentang penganiayaan dirinya resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya hingga 20 hari ke depan. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Aktivis Ratna Sarumpaet mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet Tersangka penyebaran berita bohong atau hoax tentang penganiayaan dirinya resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya hingga 20 hari ke depan. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menahan Ratna Sarumpaet sebagai tersagka hoax. Kasus ini bermula ketika beredar foto Ratna Sarumpaet dengan wajah bengkak seperti telah dianiaya. Publik terkejut, terlebih saat itu Ratna Sarumpaet masih tercatat sebagai anggota Badan Pemenangan Nasional atau juru kampanye untuk calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

    Baca juga:
    Saran Psikolog buat Keluarga dan Teman Ratna Sarumpaet

    Sebagian orang mengaitkan kondisi wajah Ratna Sarumpaet yang bengkak dengan kondisi politik dua pasangan calon yang sedang bersaing untuk pemilihan presiden. Namun belakangan, Ratna Sarumpaet mengaku kalau wajahnya bengkak bukan karena dipukuli. Dia mengatakan telah menjalani operasi sedot lemak dan proses itu membuat wajahnya bengkak seperti telah dianiaya.

    Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim menyayangkan tindakan Ratna Sarumpaet karena menjadi cela bagi citranya yang selama ini dikenal vokal dalam membela masyarakat. "Pertanyaan saya, apakah memang dari awal dia niat melakukan kebohongan ini untuk anaknya atau cuma buat lucu-lucuan saja? Ini yang mesti dicari tahu dulu," kata Rose Mini kepada Tempo.

    Ratna Sarumpaet. ANTARA/Galih Pradipta

    "Masak orang sekaliber dia sampai begitu mudah membuat kebohongan seperti ini tanpa banyak perhitungan," ucap Rose Mini. "Memang harus dilihat ada masalah apa? Apa memang hanya ingin menarik perhatian atau ada alasan lain."

    Rose Mini juga menyayangkan sikap Ratna Sarumpaet yang seolah membiarkan kebohongan itu terjadi selama beberapa hari. "Kalau memang tidak benar, kenapa enggak cepat dibantah. Baru setelah beberapa lama, setelah orang heboh, baru dibuka semuanya," ucap dia.

    Pemilik ESSA Consulting ini menduga Ratna Sarumpaet membiarkan informasi bohong itu bergulir karena malu jika masyarakat tahu wajahnya bengkak lantaran operasi plastik. "Karena bagi masyarakat kita, operasi plastik masih dikatakan bukan sesuatu yang bagus," kata Rose Mini. Namun demikian, dia tak menutup kemungkinan sebab lain yang membuat Ratna baru mengklarifikasi setelah hoax ini memanas.

    Artikel terkait:
    Ratna Sarumpaet, Tompi: Beda Bengkak Dipukuli dan Operasi Plastik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.