Senin, 22 Oktober 2018

Bunda, Stop Membandingkan Anak Dampaknya Panjang

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika ingin memiliki anak yang percaya diri dan bahagia, salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lain, sekalipun dengan saudara kandungnya sendiri.

    Baca juga: Alasan Orang Tua Wajib Menanamkan Kebiasaan Baik pada Anak

    Mengutip laman Boldsky, dari beberapa penelitian yang telah dilakukan membandingkan anak dengan anak-anak lain dapat menghambat perkembangan mental dan mempengaruhi rasa percaya diri anak. Hal tersebut dapat saja berdampak panjang dan akan berpengaruh pada kehidupannya di masa mendatang.

    Jika anak berbuat salah, penting bagi orang tua untuk memberi tahu mana yang benar dan salah. Penting juga untuk menunjukkan kesalahan mereka. Namun, tentu saja tidak dilakukan dengan cara membandingkan.

    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    Jika Anda cenderung membandingkan anak dengan temannya, saudara kandungnya atau siapapun, hal tersebut akan menanamkan kecemburuan dalam dirinya. Kecemburuan dapat beruah menjadi kebencian dalam jangka panjang.

    Tak hanya cemburu, kepercayaan diri anak juga menjadi turun. Hal ini juga dapat mempengaruhi hubungan orang tua dan anak. Percayalah, setiap anak istimewa dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    AURA

    Artikel lain:

    Cek Kesehatan Anak Melalui Internet, Pilih Situs yang Terpercaya
    7 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan Kepada Calon Pengasuh Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.