Sempat Diklaim Tak Sehat, Ternyata Makanan Ini Sahabat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kacang-kacangan. Pixabay.com

    Ilustrasi kacang-kacangan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet sehat selalu dikaitkan dengan makanan rendah lemak dan menghindari yang tinggi lemak. Karena itu, makanan tinggi lemak selalu diasosiasikan dengan makanan tidak sehat. Namun, ada perubahan dramatis dalam beberapa tahun belakangan ini dalam ilmu diet mengenai makanan mana yang baik atau tidak.

    Para ahli menyebutkan manusia masih membutuhkan makanan dengan kandungan lemak, yang selama ini dipercaya tidak sehat oleh masyarakat. Berikut tujuh makanan berlemak yang direkomendasikan.

    Artikel lain:
    Ketahui Bedanya Makanan Autentik dan Generik
    Kiat Agar Tak Cepat Lapar, Pilih 9 Makanan Berikut
    Sebelum dan Selama Menstruasi Hindari 4 Makanan Ini
    Waspada Munculnya Bakteri Saat Mengolah Bahan Makanan

    #Alpukat
    Pada generasi lalu, dalam era diet rendah lemak, para ahli gizi menganggap alpukat memiliki kandungan lemak tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa justru lemak tersebut dapat mengurangi lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat.

    ADVERTISEMENT

    Alpukat juga mengandung vitamin dan mineral, termasuk potasium, kalium, magnesium, dan folat, juga kaya vitamin K, C, E, B-5, dan B-6. Alpukat menyimpan rasa kenyang lebih tinggi sehingga Anda tidak mudah lapar, demikian menurut ahli diet dan direktur program pendidikan nutrisi dan dietetikUniversity of Nevada, Las Vegas, Samantha Coogan.

    Ilustrasi telur awan. Popsugar.com

    #Telur
    Konsumi telur dalam jumlah berlebih disebut bisa meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit kardiovaskular. Kini, para ahli mengakui bahwa telur memiliki sisi yang sehat. The American Heart Association memperbolehkan makan telur, termasuk kuningnya, sekali per minggu.

    Ashley Amaral, ahli diet bersama Banner Health di Arizona, Amerika Serikat, mengatakan kuning telur penting untuk dikonsumsi karena terdapat nutrisi di dalamnya, seperti folat, vitamin D, dan B-12.

    #Kentang
    Beberapa buah dan sayur disebut berdampak buruk karena mengandung kadar gula yang tinggi, termasuk kentang. Tapi, kini kentang justru dianggap sebagai sumber utama potasium yang memiliki dua kali mineral lebih banyak per porsi seperti pisang. Karbohidrat dalam kentang sangat baik untuk membangun kembali glikogen otot setelah berolahraga.

    #Nasi putih
    Secara alami, nasi putih rendah lemak mengandung vitamin B-6, magnesium, dan beberapa protein baik. Tidak ada alasan untuk mengganti nasi putih dengan nasi merah, terutama saat mengisi energi setelah berolahraga.

    #Kacang-kacangan
    Kacang-kacangan sering disebut mengandung lemak yang tinggi. Namun, penelitian saat ini memulihkan kritik tersebut. Kacang-kacangan tergolong lemak tunggal dan tak jenuh ganda, merupakan tipe lemak baik. Kacang-kacangan juga mengandung serat tinggi dan berprotein.

    Brondong jagung. TEMPO/Mardiyah Chamim

    #Brondong jagung
    Brondong jagung adalah camilan sehat yang dikemas dengan serat gandum utuh dan mengandung antioksidan, termasuk polifenol, nutrisi yang dilaporkan meningkatkan kesehatan otak.

    #Cokelat hitam
    Cokelat hitam itu kaya akan antioksidan yang disebut flavonoid, yang bagus untuk kesehatan jantung dan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Karena masih tergolong makanan berkalori tinggi, asuplah dengan porsi kecil atau sekitar 1 ons.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...