Stimulasi Kemampuan Bayi Berpikir Melalui Inderanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi yang baru lahir ternyata memiliki kemampuan berpikir. Hal tersebut dapat dilihat dari pola gerak-gerik bayi, seperti menangis, gelisah dan rewel. Semakin bertambah usia, kemampuan berpikirnya mulai berkembang. Ini dapat dilihat dari aktivitas bergerak menjelajahi ruangan sekitarnya. 

    Baca juga: Mengenali Gerakan Refleks Bayi yang Baru Lahir

    Mengapa bayi bertingkah demikian? Bayi belajar melalui indera atau tubuhnya. Pada usia bayi, indera mereka sudah matang layaknya orang dewasa, namun mereka masih harus belajar untuk memahami lingkungannya. 

    Agar dapat berkembang dengan baik, Ayah dan Bunda dapat memberikan stimulasi seperti misalnya mengajaknya berbicara, membunyikan suara krincingan, atau mainan lain yang bersuara untuk melatih indera pendengarannya. 
     
    Ilustrasi bayi tidur/meninabobokan bayi. Shutterstock.com

    Untuk menunjang indera penglihatan, gunakan benda berwarna yang ada disekelilingnya. Perkenalkan juga bentuk, pola serta posisi dari benda tersebut. Gunakan suara untuk mengenalkan apa yang dilihatnya, termasuk saat melihat anggota keluarga. 

    ADVERTISEMENT

    Sedangkan, untuk membangun pengetahuan tentang penciuman, dapat dilakukan dengan mengenalkan bau disekitarnya, seperti ‘bedaknya wangi ya’. Jangan lupa, ikuti juga dengan ucapan terkait bau yang dirasakan. 

    Selain itu, bayi sudah mulai merasakan sentuhan dan belaian sejak masih lahir. Untuk membangun pengetahuannya, lakukan perabaan pada anggota tubuhnya, sertai juga ucapan terkait yang diraba. Sementara, untuk belajar membedakan rasa, jenis dan tekstur makanan, sajikan makanan yang beragam pada bayi sesuai dengan usianya. Hal ini berguna untuk mengembangkan indera pengecapnya, disamping memenuhi kebutuhan gizi anak dengan variasi makanan yang berbeda-beda. 

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.