Jumat, 14 Desember 2018

Cerita Butet Manurung Dibilang Tak Cantik oleh Orang Rimba

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Perempuan, Pelopor Pendidikan Alternatif untuk Masyarakat Adat, dan Pendiri SOKOLA, Butet Manurung di Eastern Opulence, Jakarta Selatan, Selasa 25 September 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Aktivis Perempuan, Pelopor Pendidikan Alternatif untuk Masyarakat Adat, dan Pendiri SOKOLA, Butet Manurung di Eastern Opulence, Jakarta Selatan, Selasa 25 September 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada definisi yang tepat untuk menggambarkan kata cantik. Setiap orang punya pengertian masing-masing terhadap istilah ini dan tak hanya dilihat dari penampilan fisik, melainkan juga karakternya. Butet Manurung membuktikan bagaimana istilah cantik itu dipahami secara berbeda, sesuai kebudayaan di lingkup atau kelompok tertentu.

    Baca juga:
    Inikah Definisi Cantik Menurut Anda?

    Butet Manurung yang juga pelopor pendidikan alternatif untuk masyarakat adat dan pendiri Sokola menceritakan bagaimana dia dibilang tak cantik ketika datang ke suatu daerah. “Definisi cantik biasanya mendeskripsikan perempuan yang menjadi idaman. Memberi definisi untuk kecantikan seseorang itu berbeda-beda dan tergantung dari karakter geografis masing-masing,” kata Butet Manurung di Jakarta.

    Sokola Rimba yang didirikan oleh Butet sekarang sudah ada di Aceh, Jambi, Flores, Halmahera, Papua, Sumba, Sulawesi Selatan, sampai Jember, Jawa Timur. Menurut dia, setiap tempat memiliki definisi kecantikan yang berbeda. Butet mengungkapkan perbedaan definisi cantik wanita rimba dengan wanita di perkotaan.

    Biasanya, kata dia, wanita yang tinggal di perkotaan memiliki pemahaman cantik yang lebih ke penampilan fisik, seperti kulit putih dan hidung mancung. “Kalau perempuan rimba di Jambi bilang saya tidak cantik karena saya tinggi dan hidung saya mancung. Ternyata definisi cantik bagi mereka yang bertubuh kecil, mungil, dan hidungnya pesek,” ucap Butet Manurung.

    Adapun ketika berada di Papua, Butet Manurung merasa dia terlihat aneh karena di sana semuanya hitam manis dan kulit dia lebih terang dibanding yang lain. “Kalau di Papua, orang lebih suka kalau perempuan punya otot dan pendek. Jadi mudah untuk diajak bepergian,” tuturnya.

    Tidak hanya dari sisi fisik, Butet Manurung juga melihat kalau karakter bisa menjadi definisi kecantikan wanita Indonesia. Ada beberapa tempat yang merasa kalau wanita cantik adalah perempuan yang banyak bicara atau wanita yang juga bekerja. Karena itu, definisi cantik di Indonesia tidak hanya satu.

    Hasil riset dari Indonesia Beauty Confidence Report 2017 menunjukkan kalau 92 persen wanita Indonesia setuju jika setiap orang memiliki versi kecantikan sendiri. Semua wanita Indonesia memiliki kecantikan sendiri, dan keragaman itu mesti diapresiasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.