Anak Buta Warna, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak membaca buku. Shutterstock

    Ilustrasi anak membaca buku. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu tugas sebagai orang tua adalah membantu dan mempersiapkan anak untuk menghadapi tantangan hidup sebaik mungkin. Namun jika anak mendapat diagnosa buta warna apa yang harus dilakukan orang tua?

    Baca juga: Nutrisi Pengaruhi Kemampuan Bersosialisasi pada Anak

    Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan pada warna. Buta warna ada dua jenis, buta warna keseluruhan yaitu melihat semua warna menjadi hitam dan putih dan buta warna parsial yang hanya melihat warna merah dan hijau. Biasanya, kondisi ini diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan.

    “Tidak ada penanganan khusus atau pengobatan. Namun bisa dibantu dengan memberitahu anak agar mereka lebih sadar,” ujar dokter Ariani Dewi Widodo, Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, di Kidzania Pacific Place, Jakarta Pusat, Rabu 26 September 2018.

    ADVERTISEMENT

    Dokter Ariani menjelaskan kalau orang tua perlu menjelaskan kondisi anaknya agar nanti saat sudah besar tidak akan bingung dengan hal-hal yang bergantung dengan warna. Salah satu contohnya adalah lampu lalu lintas, karena pengemudi harus mengetahui lampu merah, kuning dan hijau. Orang tua bisa menjelaskan ke anak mengenai posisi lampu, dibanding dari warna.

    Tidak hanya untuk tanda-tanda lalu lintas, orang tua juga harus memberi informasi ke sekolah kalau anaknya buta warna. “Sekolah juga harus tahu agar bisa membantu, bukan mem-bully,” lanjut Dr. Ariani. Terutama bila gurunya memberi perintah yang berhubungan dengan warna, sebaiknya ada penjelasan lebih lanjut untuk anak yang buta warna.

    Artikel lain: 
    Anak Susah Makan Rentan Stress Jika Terus Dipaksa

    Kiat Membiasakan Anak Tidur di Kamar Sendiri


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...