Ini Mitos Keliru soal Kolesterol, Dokter Ungkap Faktanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang leher / leher sakit. loyolamedicine.org

    Ilustrasi wanita memegang leher / leher sakit. loyolamedicine.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda pernah merasa pegal-pegal di bagian leher, pundak, dan sakit kepala dan menganggapnya kolesterol tinggi. Ternyata, semua itu cuma mitos.

    Nafrialdi, seorang dokter dengan tiga gelar (PhD, SpPD, SpFK) dari Clinical Research Support Unit (CRSU) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan, “Itu bukan tanda otentik dari kolesterol yang tinggi.”

    Artikel lain:
    Lima Cara Alami Turunkan Kolesterol
    Pilih 7 Makanan Ini untuk Menurunkan Kolesterol
    Kolesterol Tidak Lagi Berbahaya?  
    Ini Makanan yang Efektif Menurunkan Kolesterol Jahat

    Menurutnya, tidak ada tanda yang pasti untuk menyebutkan seseorang yang pegal-pegal pada bagian leher telah terindikasi kolesterol. Kebanyakan memang benar, merasa pegal-pegal di pundak, tapi itu bukan petunjuk yang pasti.

    “Apakah yang enggak pegal-pegal pasti enggak kena kolesterol? Enggak juga," ucap Nafrialdi.

    Menurut Nafrialdi, kolesterol adalah faktor penting yang menyebabkan penyakit pada pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi di jantung, akan terkena serangan jantung.

    “Jika menyerang otak, akan terkena stroke,” tuturnya.

    Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 2016 penyakit jantung adalah penyakit tidak menular (PTM) yang penderitanya paling banyak di Indonesia bahkan dunia. Salah satu penyebabnya adalah kolesterol tinggi yang diakibatkan oleh pola hidup tidak sehat.

    "Pemeriksaan kolesterol harus sering dilakukan. Kalau kolesterol tinggi, harus dinormalkan. Caranya dengan melakukan diet dan olahraga," ujar Nafrialdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.