Mau Keluar Rumah, Jangan Lupa Lindungi Mata dari Sinar Matahari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan dan kacamata hitam. REUTERS/Tony Gentile

    Ilustrasi perempuan dan kacamata hitam. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Jakarta - Paparan radiasi sinar matahari atau yang dikenal dengan ultraviolet tidak hanya berbahaya bagi kulit tetapi juga kesehatan mata. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang menyadari hal tersebut.

    Ketajaman sinar ultraviolet (UV), terutama UV-A, dapat merusak saraf pusat penglihatan dan makula, yaitu bagian dari retina yang terletak di belakang mata, sedangkan UV-B dapat merusak bagian kornea dan lensa. Jika dibiarkan secara jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai penyakit mata, salah satunya katarak, penyebab utama kebutaan di Indonesia.

    Artikel lain:

    Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Mata
    Hati-hati Bermain Petasan, Mata Bisa Buta
    8 Faktor Risiko yang Memicu Mata Kering
    Bahaya Sinar Matahari pada Mata, Kerusakan Retina sampai Kebutaan

    Dokter spesialis mata dari RS Cipto Mangkusomo Jakarta, Astrianda N Suryono, mengatakan katarak merupakan jenis penyakit mata yang terjadi akibat proses penuaan atau degenerasi, biasanya banyak dialami oleh pasien yang berusia di atas 60 tahun.

    Namun, risiko proses katarak dapat lebih cepat dialami oleh masyarakat yang berusia lebih muda akibat paparan sinar UV. Apalagi, Indonesia berada di garis khatulistiwa dengan  sinar matahari sangat tinggi .

    “Kornea dan lensa merupakan bagian dari mata yang paling banyak menyerap sinar matahari. Jika terus menerus terjadi, lama kelamaan lensa mata akan menjadi keruh dan penglihatan pun terganggu, menimbulkan penyakit yang disebut katarak,” tuturnya.

    Radiasi sinar ultraviolet ternyata tidak hanya ada pada saat matahari sedang bersinar terik saja, tetapi sepanjang waktu, bahkan di saat mendung sekalipun.

    Banyak masyarakat yang menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata di saat matahari terik. Padahal, warna lensa sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemampuan perlindungan sinar UV sebab hal yang paling penting adalah teknologi yang dihasilkan dalam material lensa yang yang dapat menyerap keseluruhan spektrum sinar UV sehingga mampu melindungi mata dari radiasi sinar UV.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.