Greysia Polii Ungkap Perjuangan Atlet Wanita dengan Diri Sendiri

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebukutangkis Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii berteriak usai memenangkan laga di Final Korea Open badminton melawan ganda putri Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

    Pebukutangkis Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii berteriak usai memenangkan laga di Final Korea Open badminton melawan ganda putri Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Langkah pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu terhenti di semifinal China Terbuka 2018, Sabtu 22 September 2018. Keduanya dikalahkan Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dari Jepang dengan skor 17 - 21, 21 -12, dan 16 - 21.

    Bagi atlet perempuan, ada sesuatu yang mesti dibenahi dulu dengan diri sendiri sebelum berlatih atau bertanding. Greysia Polii mengatakan atlet perempuan merasakan bagaimana mereka tidak nyaman dengan diri sendiri, terutama ketika sedang datang bulan. Meski begitu, kondisi tersebut bukan alasan karena harus selalu menampilkan permainan terbaik.

    Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (badmintonindonesia.org)

    "Kita juga punya emosi naik turut saat datang bulan. Itu yang terkadang sulit banget," kata Greysia Polii beberapa waktu lalu. Perempuan 31 tahun itu menjelaskan intensitas naik turunnya emosi saat haid cukup tinggi. Karena itu, berjuang mengontrol emosi sendiri merupakan bagian dari perjuangan atlet perempuan.

    Greysia Polii menambahkan, datang bulan merupakan salah satu tantangan yang justru menjadi motivasi untuk dapat bermain maksimal. "Itu kodrat sebagai wanita. Kalau kita bisa menang lawan diri kita sendiri, kita pasti menang menghadapi lawan," ujar peraih medali emas Asian Games 2014 Incheon itu.

    Baca juga:
    China Open 2018: Greysia / Apriyani Kalah, Hanya Anthony di Final


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.