Dokter Bantah Jenis Kelamin Anak Bisa Dirancang sebelum Hamil

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan suami istri konsultasi dengan dokter. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan suami istri konsultasi dengan dokter. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat pasangan yang ingin punya anak, mungkin ada baiknya mengetahui biaya program bayi tabung lebih tinggi daripada inseminasi. Inseminasi membutuhkan dana 10 sampai 15 juta rupiah, sementara biaya bayi tabung mencapai 60 juta rupiah.

    Menurut spesialis kandungan sekaligus Presiden Morula IVF Jakarta, dr. Ivan R. Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, suntikan hormon tiruan mampu memproduksi lebih banyak sel telur, yakni 10 sampai 12. Telur-telur itu diambil lalu dipertemukan dengan sperma di luar rahim, di laboratorium embrio.

    Baca juga:
    Saran Dokter buat yang Ingin Merencanakan Kehamilan
    Jaga Kesehatan Janin sejak Awal Kehamilan, Ini Kata Dokter
    10 Fakta tentang Proses Kehamilan
    Tips Menghindari Rasa Gerah di Masa Kehamilan

    Hal lain yang hendak diluruskan Ivan, asumsi bahwa untuk mendapat bayi laki-laki suami harus memproduksi lebih banyak air mani dan istri harus mencapai orgasme maksimal. Menurut Ivan, Tuhanlah yang menentukan kromosom X (sperma perempuan) dan kromosom Y (sperma laki-laki).

    ADVERTISEMENT

    Ivan menyebut perkembangan teknologi memungkinkan lahirnya metodologi penentuan sperma laki-laki dan perempuan, namun masih belum efektif.

    “Ada metode bernama preimplantation genetic screening (PGS) atau diagnosis genetik praimplantasi untuk menentukan kromosom janin dengan akurasi mencapai 95 persen. Di Indonesia tidak diizinkan menerapkan metode PGS. Itu sudah diatur undang-undang, peraturan pemerintah, dan perkumpulan dokter kandungan,” kata Ivan.

    Ia menambahkan orgasme klimaks tidak ada sangkut pautnya dengan peluang hamil. Ada pula yang menyebut jika orgasme tidak klimaks, sel telur tidak bisa jatuh ke pelukan sperma laki-laki.

    “Padahal itu tidak ada hubungannya. Kuncinya ada pada bibit sperma dan saluran telur. Itu sebabnya edukasi program kehamilan terhadap pasutri sangat penting. Buat pasangan yang usia wanitanya di atas 35 tahun, tenggat waktunya 6 bulan. Kalau setelah 6 bulan (pernikahan) belum hamil, ada baiknya mempertimbangkan program kehamilan,” tutur Ivan.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.