Sandra Dewi Rutin Yoga untuk Hindari Sakit Punggung

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Olivia Burton, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Sandra Dewi saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Olivia Burton, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, JakartaSandra Dewi memiliki kepedulian khusus dengan masalah kesehatan.Terlebih keluarganya memiliki riwayat back pain. Ia menceritakan, ayah, ibu, dan saudarinya mengalami back pain. Dia pun berpikir akan memiliki risiko yang besar untuk menderita hal yang sama.

    Baca juga: Sandra Dewi Bagi Kiat Awet Muda, Salah Satunya Olahraga

    “Saya takut ya, karena hampir seluruh keluarga saya back pain. Setelah melahirkan, saya gendong anak, nuduk mulu jadi sakit. Jadi saya harus jaga banget kesehatan, supaya nggak kena back pain,” ungkap Sandra  Dewi saat jumpa pers “Namaste Festival” di Jakarta, Kamis 20 September 2018.

    Sandra Dewi dan anaknya Raphael Moeis. Instagram.com/sandradewi88

    ADVERTISEMENT

    Untuk itu, Sandra Dewi memilih olahraga yoga dan pilates. Menurut dia, keduaolahraga tersebut cocok dengan karakternya. “Saya pilih yoga dan pilates untuk menghindari back pain, dan itu benar-benar terasa manfaatnya. Badan jadi enak banget, aku kalau anagkat anakku dari box (tempat tidur bayi) juga enggak sakit,” ujar Sandra Dewi.

    Wanita kelahiran 8 Agustus 1983 itu, juga mengaku menularkan kegemarannya yoga kepada suami, Harvey Moeis. “Saya nggak suka olahraga yang terlalu gimana ya, makanya pilih yoga biar santai. Nah, kalau suami tadinya suka crossfit, tapi olahraga itu kan risiko cederanya besar, akhirnya aku suruh dia coba yoga dan sekarang dia suka,” tandas Sandra Dewi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.