Kategori Produk Made in Indonesia Menurut Jenahara Nasution

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Jenahara bersama model yang mengenakan koleksi terbarunya dalam pembukaan Jakarta Fashion Week 2015 di Fashion Tent Senayan City, Jakarta, Sabtu 01 November 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Desainer Jenahara bersama model yang mengenakan koleksi terbarunya dalam pembukaan Jakarta Fashion Week 2015 di Fashion Tent Senayan City, Jakarta, Sabtu 01 November 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Sebagai desainer Indonesia, Jenahara Nasution memiliki kebanggaan dengan produk-produk lokal Indonesia. Namun, banyak yang mempertanyakan apakah produk-produk dengan label “made in Indonesia” atau dibuat di Indonesia, menggunakan semua bahan-bahan dari Indonesia.

    Baca juga: Jenahara Nasution Terinspirasi Perempuan dalam Koleksi Terbaru

    Jenahara memiliki pendapat tentang kategori produk “made in Indonesia”. “Pokoknya kalau aku sih sesimpel ini, selama produknya dibuat di Indonesia itu ‘made in Indonesia’. Bahan utama kita belum banyak, jadi memang banyak orang-orang pelaku industri mengambil produknya dari luar,” tutur Jenahara Nasution, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Jenahara dan koleksi terbarunya yang dipamerkan di peragaan busana JFFF 2018. Tabloidbintang.com

    Lebih lanjut Jenahara menjelaskan, apa yang membuat suatu produk bisa mendapatkan label dibuat di Indonesia. “Selama itu dibuatnya di Indonesia itu artinya ‘made in Indonesia’, yang desain orang Indonesia, yang bikin juga orang Indonesia,” lanjutnya. Dia juga mengatakan kalau di Indonesia masih belum banyak pilihan bahan yang bisa digunakan untuk produksi yang besar.

    Namun tentunya Indonesia juga terus berkembang di setiap industri. Jenahara mengatakan kalau Indonesia sudah memiliki apa yang diperlukan untuk membuat busana-busana dia, tentu saja dia akan lebih memilih bahan dari Indonesia. “Aku tidak selalu mengambil dari Cina atau luar, aku ada beberapa produk mentah aku mengambil barang mentahnya dari Indonesia, seperti katun dari Jawa,” ujar Jenahara.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.