Alasan Orang Masih Suka Belanja ke Mal Meski Ada Toko Online

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Walaupun belanja online semakin berkembang dengan cepat, masyarakat Indonesia masih banyak yang memilih belanja di toko secara langsung. Hal tersebut juga bisa terlihat dari jumlah pusat perbelanjaan yang meningkat dan juga rata-rata transaksi per bulan yang terus naik.

    “Transaksi naik besar sekali, di tahun 2015 rata-rata per mal dari 85 mal, transaksi sekitar Rp 1.3 triliun per bulan. Lalu, kenaikannya mencapai 40 persen di 2016 dan naik 60 persen di 2017. Transaksi naik karena jumlah mal yang ada di Indonesia juga meningkat, sekarang ada 150 mal,” jelas  Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018.

    Artikel lain:
    Perempuan, Punya Hari dan Jam Khusus untuk Belanja
    7 Tanda Seorang Penggila Belanja  
    Perempuan Lebih Gampang Tergoda Belanja Tak Perlu, Ini Kata Pakar
    5 Penyesalan Bila Kamu Gila Belanja

    Melihat perkembangan yang pesat ini, ternyata masyarakat Indonesia masih banyak yang memilih untuk pergi ke toko langsung. Tidak hanya karena pilihan mal sekarang semakin banyak, ada hal-hal yang dapat dilakukan saat di mal yang tidak dapat dilakukan bila belanja daring.

    ADVERTISEMENT

    “Kita masih ingin belanja barang yang bisa disentuh dan dirasakan, pengalaman belanja itu yang masih banyak dicari. Tidak bisa dipungkiri kalau online tetap berkembang, tapi kalau bisa digabung bisa lebih baik lagi,” tutur Jenahara Nasution, seorang desainer mode muslim.

    Tidak hanya itu, masih banyak yang ingin mencoba produk secara langsung. Karena itu, belanja ke toko langsung masih banyak peminatnya. Pengalaman belanja di toko tidak bisa didapatkan melalui belanja online.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...