Jangan Terlalu Lama Pacaran, Ada Tolerasi Waktunya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kandasnya hubungan Luna Maya dan Reino Barack mencuri perhatian publik. Keduanya sudah berpacaran cukup lama, yaitu lima tahun. Tentu bukan waktu yang singkat untuk menjalin hubungan asmara. 

    Baca juga: Kencan Bukan Hanya saat Pacaran, Lanjutkan Setelah Menikah

    Namun pacaran terlalu lama juga bukanlah pilihan yang baik. Sebab, ini berpotensi membuat rasa nyaman dengan kondisi pacaran tanpa memikirkan masa depan hubungan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan.

    Ilustrasi pasangan pengantin. shutterstock.com

    ADVERTISEMENT

    Beberapa pasangan ada yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menuju pernikahan. Sedangkan lainnya ada juga yang tak butuh waktu lama untuk memantapkan hati menikahi pasangannya. 

    Karena itu, menurut psikolog Kasandra Putranto, harus ada toleransi waktu yang ideal bagi setiap pasangan ketika pacaran sebelum memutuskan menikah. “Pacaran sebaiknya lebih dari enam bulan dan tidak boleh lebih dari tiga tahun,” ujar Kasandra kepada Tempo, Selasa, 18 September 2018.

    Kasandra menambahkan, terkait dengan hubungan pasangan yang kandas, tidak bisa melimpahkan kesalahan hanya kepada satu pihak tertentu, baik pria maupun wanita. “Padahal terkadang ada kesalahan dari pihak prianya yang takut membuat komitmen atau memang belum siap untuk lanjut ke taraf pernikahan,” kata Kasandra.

    YATTI FEBRI NINGSIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.