Jangan Biarkan Luka di Lambung, Efeknya Kanker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tukak lambung. wakegastro.com

    Ilustrasi tukak lambung. wakegastro.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lambung mengembung ketika banyak gas dan asap masuk. Gas dan asap rokok yang terhirup memicu pembengkakan lambung. Saat lambung mengembung, risiko terkena penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) pun naik.

    Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, dari Yayasan Gastroenterologi Indonesia menjelaskan, “Saat GERD menyerang, pasien merasa lambungnya seperti terbakar, mulut terasa pahit, dan nyeri hebat di dada."

    Artikel terkait:
    12 Cara Sederhana Atasi Masalah Lambung
    Jangan Sembarangan Mengobati Penyakit Lambung, Ini Kata Dokter
    Dokter: Rokok Tak Cuma Mengganggu Paru tapi Juga Lambung
    8 Cara Mencegah Naiknya Asam Lambung

    Asam lambung naik ke kerongkongan akan memicu luka, penyempitan, dan perubahan struktur di kerongkongan. Jika dibiarkan akan melonjak ke pita suara, paru-paru, gigi, hidung, bahkan telinga.

    ADVERTISEMENT

    Saat dada nyeri, lambung serasa terbakar, dan mulut terasa pahit, Ari merekomendasikan untuk menjalani pemeriksaan endoskopi. Tujuannya, untuk mengecek ada tidaknya peradangan di dinding lambung, penyempitan, baret, hingga mendeteksi sel kanker. 

    Luka di lambung yang dibiarkan menahun bisa memicu lahirnya sel-sel kanker, apalagi jika pasien punya faktor pemicu seperti merokok dan pola makan tidak teratur.

    “Jika hasil pemeriksaan memperlihatkan baret di esofagus, Anda harus siap dengan kemungkinan terburuk, fase prakanker. Anda perlu penanganan komprehensif termasuk pemeriksaan dengan PH-metri yang dimonitor selama 24 jam. Setelah pengobatan tuntas, jalani pemeriksaan endoskopi setiap tahun,” urainya.

    Meski terdengar mengerikan, GERD bisa disembuhkan. Masalahnya, pasien acapkali menggampangkan metode pengobatan. Beberapa pasien setelah rutin mengonsumsi obat selama dua minggu lalu merasakan kondisi tubuhnya membaik, berhenti minum obat. 

    GERD membutuhkan pengobatan jangka panjang. Biasanya dua bulan, sama seperti TBC. Ketika batuk sirna dan berat badan mulai bertambah, pasien merasa tidak perlu minum obat lagi. Padahal, konsistensi kunci mencapai kesembuhan di level paripurna. 

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?