Senin, 24 September 2018

Kiat Syahrini Menjaga Kualitas Suara Menjelang Konser

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini. Foto/instagram.com/princessyahrini

    Syahrini. Foto/instagram.com/princessyahrini

    TEMPO.CO, Jakarta - Segala persiapan dilakukan Syahrini demi kesuksesan konser yang bertajuk "10 Tahun Jambul Khatulistiwa" di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 20 September 2018. Tak hanya memperhatikan stamina tubuh agar prima, Syahrini juga berusaha menjaga kualitas suaranya.

    "Enggak terlalu banyak ngomong, ini banyak ngomong ya. Di rumah juga ngomongnya pelan-pelan karena ingin nyanyi dengan baik. Bernyanyi, ber-stand up comedy, berbagi kebahagiaan di panggung," kata Syahrini.

    Artikel lain:
    Jelang Konser 10 Tahun Syahrini, Simak Busana Unik Sebelumnya
    Jelang Konser 10 Tahun Syahrini, Simak Busana Unik Sebelumnya
    Netizen Menduga Syahrini Bawa Tas Bermerek Palsu
    Jomblo di Usia 35, Syahrini Ungkap Penyebabnya

    Bukan hanya itu, ia juga menggunakan oksigen setiap kali ingin tidur malam. Tujuannya agar sirkulasi pernapasannya menjadi lebih baik. Tak lupa, olahraga juga rutin dilakukan agar tubuhnya tetap prima.

    "Saya selalu kalau mau tidur kasih oksigen, ingin bagus saja sirkulasi pernapasannya di dalam. Olahraga berenang selalu. Stretching juga, olahraganya sekalian pas latihan dance," ujarnya.

    Semua itu dilakukan Syahrini demi memuaskan para penonton yang hadir di konser. Pada dasarnya, konser ini disuguhkan Syahrini untuk para penggemar yang sudah menemani perjalanan kariernya di industri hiburan.

    "Iya ini untuk para fans yang sudah setia menemani aku selama 10 tahun dan setia menunggu karya aku, selalu berpikiran positif terhadap setiap karya aku, inilah persembahan cinta aku untuk kalian semua," ucap Syahrini.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep