Dokter: Plester pada Luka Tak Harus Sering Diganti

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com

    Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Plester luka termasuk pertolongan pertama andalan untuk kecelakaan kecil di rumah. Terkena sayatan atau karena terjatuh, cukup bersihkan luka lalu tutup dengan plester.

    Akan tetapi, sering muncul pertanyaan, seberapa sering plester luka harus diganti? Ada kalanya, jika mengenakan plester luka, anak suka malas membukanya hingga benar-benar terlepas sendiri. Namun plester yang tidak diganti seperti ini dikhawatirkan membuat luka menjadi tidak higienis.

    Artikel terkait:
    Manfaat Alkohol Selain untuk Bersihkan Luka
    Membersihkan Luka yang Efektif Tanpa Rasa Perih
    Bahaya Menggaruk Bekas Luka
    Alasan Luka Tak Sembuh-sembuh

    Dokter spesialis luka Adisaputra Ramadhinara mengatakan walau harus diganti, plester luka tidak perlu sering-sering diganti. Tidak perlu juga setiap habis mandi diganti.

    ADVERTISEMENT

    "Plester luka kalau masih merekat baik, bisa dua hari sekali diganti," kata Adisaputra.

    Plester luka sendiri memiliki peranan penting untuk merawat luka dan membuatnya lebih cepat sembuh. Menurut Adisaputra, yang dibutuhkan luka untuk cepat pulih adalah kondisi yang lembap. Salah satu cara menjaga kelembapan luka adalah menutupnya, salah satunya menggunakan plester. Seperti diketahui, kondisi kulit yang kering bisa menyebabkan timbulnya rasa gatal.

    "Itu sebabnya luka yang dibiarkan terbuka biasanya lebih sering menimbulkan rasa gatal," terang Adisaputra. "Katanya luka yang terasa gatal tandanya mau sembuh, padahal tidak harus begitu."

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.