Motif Batik dan Tenun Hadir di Vienna Fashion Week

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Handy Hartono menampilkan koleksi terbarunya di MQ Vienna Fashion Week yang digelar di Museums Quartier, Wina, Austria. Bisnis.com- Andhina Wulandari

    Handy Hartono menampilkan koleksi terbarunya di MQ Vienna Fashion Week yang digelar di Museums Quartier, Wina, Austria. Bisnis.com- Andhina Wulandari

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua desainer Indonesia yaitu Handy Hartono dan desainer aksesori Runi Palar, menampilkan koleksi terbarunya di MQ Vienna Fashion Week yang digelar di Museums Quartier, Wina, Austria, Rabu 12 September 2018. 

    Baca juga: 3 Desainer Indonesia Pamer Karya di New York Fashion Week 2019

    Handy Hartono sudah ketiga kalinya tampil dalam pekan mode tersebut. Kali ini ia menampilkan koleksi busana dengan perpaduan kain tenun Sumba, batik, dan songket Palembang.  “Saya ingin tetap menampilkan gaya yang simpel dan ready-to-wear. Namun ada beberapa desain yang dibuat lebih mewah dengan sentuhan payet dan bordir,” ujar Handi.

    Dua Desainer Indonesia Tampil di Vienna Fashion Week

     

    Masih dengan ciri khasnya berupa shift dress yang berpotongan lurus, Handy memadupadankan motif-motif batik dan tenun yang penuh warna. Ada pula gaun panjang yang dipadukan dengan outerwear, sehingga kesan glamor berkolaborasi dengan gaya kasual. Koleksinya kali ini pun sangat beragam dengan permainan warna biru, merah, hitam, dan tak ketinggalan warna emas untuk kesan mewah.

    Sementara, bagi Runi Palar, ini merupakan pertama kalinya menampilkan karyanya di Austria. Dengan membawa nama brand Runa Bali Jewelry, Runi bersama putrinya, Xenia Palar, mendesain ragam aksesori perak, mulai dari kalung, cincin, anting, gelang, dan bros.

    Runi yang terbiasa dengan desain-desain aksesori yang tradisional dan etnik, mengaku kali ini dirinya ditantang untuk menampilkan desain yang modern. “Kurator di Fashion Week ini meminta saya untuk mendesain aksesori yang modern. Itulah mengapa saya memasukkan kesan futuristik pada desain saya, tanpa menghilangkan ciri khas Runa Jewelry,” kata desainer yang memulai brand-nya tersebut sejak 1976 itu.

    Nama Runa Jewelry sendiri diambil dari akronim nama Runi dan suaminya, Adriaan Palar. Sementara untuk desain koleksinya, Runi dibantu oleh anaknya, Xenia. Untuk menampilkan kesan modern, Runi tampak banyak menampilkan aksesori dengan bentuk-bentuk geometris. Penggunaan batu mulia dan mutiara juga tampak dalam koleksi tersebut.

    MQ Vienna Fashion Week merupakan pekan mode tahunan yang diadakan di Museums Quartier, Wina. Setiap tahunnya, para desainer kenamaan dari berbagai negara, seperti Austria, Jerman, Slovakia, dan negara Eropa lainnya memamerkan karyanya di sini. Kehadiran dua desainer Indonesia di ajang ini tentu saja berkat dukungan dari KBRI/PTRI Wina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.