Senin, 19 November 2018

Hati-hati, Makanan Sehat pun Rentan Gula Tersembunyi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan praktis. Pixabay.com

    Ilustrasi sarapan praktis. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gula tidak hanya ditemukan pada makanan yang manis. Berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, bahkan yang tidak manis sekalipun, mengandung gula tersembunyi yang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat, termasuk berbagai menu diet dan sehat.

    Dokter spesialis gizi klinik Diana F Suganda mengakui gula sangat sulit untuk dihindari. Dia memerinci kandungan gula pada berbagai jenis makanan. Misalnya setiap menu sarapan dewasa, seperti bubur ayam, lontong sayur, dan nasi uduk terdapat kandungan gula sebanyak 1,8 hingga 3,11 gram.

    Baca juga:
    Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan, Bagaimana Mengetahuinya
    Lebih Sehat Mengkonsumsi Gula Pasir atau Gula Batu?
    8 Pemanis yang Lebih Sehat sebagai Pengganti Gula Tebu
    Sederet Manfaat Gula Merah buat Kesehatan, Yuk Ganti Gula Anda

    Sereal yang terbuat dari gandum utuh pilihan yang banyak dikonsumsi sebagai menu sarapan anak mengandung 7 gram gula tersembunyi, bila dicampur susu jumlahnya akan akan bertambah menjadi 23 gram per sajian.

    Selain itu, berbagai menu diet seperti granola, yang selama ini diyakini rendah kalori ternyata kandungan gulanya mencapai 20 gram per sajian. Begitu pula dengan snack bar atau healthy bar yang diklaim berasal dari buah-buahan pun tak luput dari gula tersembunyi, yang jika dihitung jumlahnya sekitar 10 gram hingga 20 gram per sajian.

    Adapun untuk minuman yogurt yang sering dijadikan campuran smoothies atau minuman pendukung diet memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, mencapai 20 gram per sajian. Susu almond yang saat ini sedang menjadi tren dan dianggap menyehatkan juga mengandung gula tersembunyi sebanyak 10,5 gram per sajian. Apalagi untuk jenis kudapan seperti puding atau kue, kandungan gulanya bisa lebih dari 20 gram.

    ”Banyak masyarakat yang sering berpikir bahwa menu makanan itu sehat sehingga boleh dikonsumsi sebanyak-banyaknya. Padahal, di dalam setiap sajian kandungan gulanya terbilang cukup banyak. Tak heran bila 30 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi lebih dari batas yang ditetapkan WHO,” jelasnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.