Minggu, 18 November 2018

Awas, Kurang Tidur dan Depresi Bikin Gemuk

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi insomnia. guardan.co.uk

    Ilustrasi insomnia. guardan.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin bingung karena bobot tubuh melonjak tiba-tiba. Ada banyak faktor yang bisa membuat berat badan naik dan Anda merasa tambah gemuk. Namun, jika kenaikannya terjadi secara tiba-tiba tanpa mengkonsumsi makanan secara berlebih, sebaiknya pahami dulu apa yang sedang terjadi.

    Salah satu masalah di bawah ini bisa jadi penyebabnya. Jika mengalami tanda-tanda berikut ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Demikian seperti dilansir Medical Daily.

    Baca juga:
    5 Kebiasaan Buruk Para Pekerja yang Bikin Gemuk
    Pilih 6 Camilan yang Tak Bikin Gemuk
    Hidung, Diam-diam Bisa Bikin Kita Gemuk
    Makin Kaya Orang Makin Gemuk. Benarkah?

    #Masalah tiroid
    Jika produksi hormon dari kelenjar tiroid tidak cukup, akibatnya adalah hipotiroidisme. Di antara berbagai gejalanya, pertambahan berat badan yang tidak bisa dijelaskan dan kurang energi yang paling sering terjadi.

    Kondisi ini bila berlangsung lama dan bisa berbahaya. Oleh karena itu, setelah terdiagnosis mengalami hipotiroidisme, Anda akan mendapatkan pengobatan untuk membantu mengompensasi tiroid yang tak aktif. Bila dosis obat yang diberikan tepat, berat badan akan kembali normal.

    #Insomnia
    Ahli kesehatan menyarankan orang dewasa tidur 7-9 jam per hari di waku malam. Masih terjaga hingga larut malam bisa meningkatkan rasa lapar dan menuntun orang makan saat larut.

    Studi menunjukkan bahwa semalam saja kurang tidur bisa menyebabkan perubahan dalam ruang penyimpanan lemak. Dengan kata lain, kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan dengan cara mengurangi protein yang merupakan komponen utama otot.

    #Depresi
    Dalam banyak kasus, depresi mungkin disertai perubahan berat badan, kadang-kadang naik dan terkadang turun kembali. Ada kemungkinan penderita depresi menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dan akibatnya kurang bergerak.

    Bisa juga dia justru makan lebih banyak untuk mengatasi suasana hati yang bermasalah. Makanan yang dipilih justru tidak sehat dan mengandung kalori tinggi.

    Belinda Needham, asisten profesor di Universitas Alabama di Birmingham, Amerika Serikat, mengatakan ada peningkatan produksi hormon stres kortisol akibat gangguan suasana hati. Kadar kortisol yang lebih tinggi bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

    #Penyakit cushing
    "Cushing biasanya berhubungan dengan rendahnya energi dan komplikasi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi," kata Dr. Reshmi Srinath, asisten profesor endokrinologi, dan penyakit tulang dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, Amerika Serikat.

    Penambahan berat badan yang berlebih disertai adanya stretch mark merah di sekitar area perut adalah pertanda yang kuat atas kondisi ini. Srinath mencatat penderita hanya bertambah gemuk di bagian tengah dan belakang leher, sementara lengan dan kaki mereka tetap ramping.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.